Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Halaman ini berisi tautan afiliasi. Ketika Anda melakukan pembelian melalui tautan yang disediakan, kami dapat memperoleh komisi.
Al Shabab v Al Hilal: Saudi Pro LeagueGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Video: Fans Al-Nassr Serang Habis Al-Hamdallah

Pertandingan antara Al Nassr dan Al Taawoun pada Jumat malam, dalam laga pekan keempat Liga Roshn, diwarnai atmosfer suporter yang panas, setelah para pendukung "Al Alami" melayangkan pesan-pesan keras kepada penyerang asal Maroko Abderrazak Hamdallah, striker Al Taawoun sekaligus mantan pemain Al Nassr, sejak momen pemanasan hingga jalannya laga.

Suporter Al Nassr memulai serangan terhadap Hamdallah sebelum pertandingan dimulai, dengan meneriakkan "hai tukang menangis" kepada penyerang Maroko itu, sebagai sindiran atas perselisihan yang menyertai akhir kiprahnya bersama "Al Alami", sementara sang pemain mengabaikan teriakan tersebut dan tidak memberikan respons langsung apa pun ke tribun.

Baca juga: Federasi Sepak Bola Saudi, tumbangnya kampanye Prancis dan selamat datang gaya baru yang tak mengenal ampun!

Cemoohan tak berhenti dengan dimulainya pertandingan, karena para suporter terus mengekspresikan kemarahan mereka terhadap mantan penyerang mereka, terutama setiap kali ia kehilangan bola, di mana tribun bergemuruh dengan siulan dan teriakan menentangnya, sehingga Hamdallah berada di bawah tekanan suporter yang terus-menerus sepanjang laga.

Laga melawan Al Taawoun memiliki nuansa khusus bagi Hamdallah, mengingat tahun-tahun yang ia habiskan dengan seragam Al Nassr serta keberhasilan besar yang ia raih bersama tim, sebelum hubungan antara kedua pihak berakhir dengan cara yang kontroversial, hingga ia kemudian menjadi salah satu pemain yang paling sering menerima cemoohan ketika berhadapan dengan "Al Alami".

Anda dapat mendiskusikan topik dan berita secara lebih mendalam di forum "Kooora"

Atmosfer ini muncul bersamaan dengan awal yang kuat Al Nassr di Liga Roshn, setelah "Al Alami" meraih kemenangan dalam 3 pertandingan pertama musim ini, sehingga menyapu poin penuh sebelum menghadapi Al Taawoun, dan menegaskan keinginannya untuk terus bersaing kuat di puncak kompetisi.

Al Nassr sebelumnya memulai perjalanannya dengan kemenangan atas Al Riyadh, kemudian meraih remontada yang menegangkan atas Al Ettifaq dengan skor 3-2 meski bermain sebagian besar pertandingan dengan 10 pemain, sebelum memasuki laga melawan Al Taawoun dalam kondisi mental yang tinggi dan keinginan untuk melanjutkan rangkaian kemenangan.

Awal yang kuat ini memberi laga melawan Al Taawoun arti tambahan, terutama karena Al Nassr berupaya mempertahankan catatan sempurnanya, sementara Hamdallah mendapati dirinya berhadapan dengan klub lamanya serta para suporter yang terbiasa menyambutnya dengan cemoohan dalam beberapa tahun terakhir.

Di antara teriakan tribun dan keinginan Al Nassr untuk melanjutkan kemenangannya, sorotan tetap tertuju pada Hamdallah, yang berusaha mengabaikan tekanan dan fokus di dalam lapangan, dalam sebuah malam baru yang mengungkap bahwa kisah penyerang Maroko itu dengan para suporter "Al Alami" belum berakhir meski bertahun-tahun telah berlalu sejak kepergiannya.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google