"Sangat sulit untuk memenangkan liga. Kami akan melakukan segalanya. Tetapi dari yang saya lihat dalam beberapa pekan ini, akan menjadi sebuah kejutan jika Real Madrid kehilangan angka."
Komentar tersebut dilontarkan Gerard Pique setelah Barcelona bermain imbang lawan Sevilla sehingga Blaugrana membukakan pintu untuk El Real naik ke puncak klasemen LaLiga Spanyol.
Beberapa pihak menilai pernyataan tersebut sebagai pengakuan Pique jika Los Blancos lebih superior dari Blaugrana.
Tetapi banyak juga yang berpikir jika Pique sedang membicarakan ofisial LaLiga setelah Madrid diuntungkan oleh sejumlah keputusan wasit di dua pertandingan pertama sejak kompetisi digulirkan lagi.
Lawan Eibar tujuh hari lalu, Toni Kroos membuka gol kemenangan untuk Madrid melalui sebuah tembakan dari jarak 25 yards, namun dalam tayangan ulang terlihat Karim Benzema berada dalam posisi off-side sebelum skema gol terjadi.
Laga sempat dihentikan beberapa saat, kemudian VAR memustuskan mantan bomber timnas Prancis itu onside.
Beberapa hari kemudian Valencia percaya mereka telah unggul di Estadio Alfredo di Stefano melalui Rodrigo Moreno, namun gol secara kontroversial dianulir karena Maxi Gomez dinyatakan offise dan berada di jalur Raphael Varane yang berusaha mengintersep umpan yang berujung gol.
Madrid kemudian menang 3-0 atas Los Che, dan mereka tahu kemenangan atas Real Sociedad akan membuat mereka melompati Barcelona.
Andai komentar Pique didesain sedemikian rupa untuk menambah tekanan pada perangkat pertandingan, maka dia telah gagal. Madrid kembali diuntungkan oleh VAR yang melahirkan poin krusial untuk pasukan Zinedine Zidane dalam perburuan menuju tangga juara.
Setelah tampil tanpa gol di babak pertama yang didominasi Madrid tanpa peluang emas, tim tamu unggul saat laga memasuki menit kelima babak kedua. Vinicius Junior dengan lincah merangsek ke kotak penalti sebelum jatuh di bawah tekanan Diego Llorente.
Keputusan tersebut direview oleh VAR, meskipun kontak yang terjadi antara Vinicius dan Llorente sangat minimal, keputusan telah dibuat.
Titik putih ditunjuk. Sergio Ramos mendapat kesempatan menjadi bek dengan gol terbanyak di LaLiga dan kapten El Real itu dengan jitu menggelindingkan bola untuk mengoleksi gol ke-68 di kasta tertinggi sepakbola Spanyol.
GettyRamos sekarang punya tujuh gol musim ini, hanya Benzema yang punya koleksi lebih banyak di Marid. Ini juga menjadi penalti sukses ke-20 secara beruntun bagi sang pemain bertahan.
Ramos kemudian ditarik keluar lapangan karena cedera lutut. Ketika Madrid bermain tanpa pemimpin di lini belakang, Sociedad mulai mengendus celah untuk bangkit.
Mereka sempat berpikir telah menyamakan kedudukan ketika Adnan Januzaj melesakkan bola dari jarak 20 yard tetapi bendera offside dinaikkan hakim garis seiring selebrasi yang dilakukan oleh mantan pemain Manchester United tersebut.
Hakim garis meyakini Mikel Merino offise, mengganggu pandangan Courtois saat tembakan dilakukan. Kiper Belgia - dan ofisial VAR - berpendapat sama, tetapi mereka yang di bench Sociedad pasti punya penilaian lain.
Rasa frustrasi kemudian berubah menjadi momen amarah setelah Madrid menggandakan keunggulan. Benzema menuntaskan serangan dengan sebuah tembakan yang menaklukkan Alex Remiro.
GettySociedad kemudian melakukan protes terkait dugaan handball. Tayangan ulang memprelihatkan Benzema mengontrol bola antara tangan bagian atas dan bahunya sebelum menjebol gawang.
Lalu VAR mengesahkan gol. Meskipun Merino mampu membalas satu gol, pasukan Zidane sudah ada pada posisi untuk mengamankan tiga poin dan naik ke puncak klasemen LaLiga berkat keunggulan head-to-head dari Barca.
"Kami lebih ke marah ketimbang sedih," ujar mantan gelandang Borussia Dortmund Merino setelah pertandingan. "Saya pikir saya setidaknya ada lima meter dari kiper ketika dianggap offiside. Kami harus menerima apa yang terjadi."
Sociedad mungkin bersedia untuk memaafkan dan melupakan tetapi untuk Barcelona, keputusan tersebut bisa jadi penentu antara mempertahankan dan kehilangan gelar juara.
Barca tentu saja harus bertanggung jawab juga terhadap diri sendiri, performa mereka sejak kedatangan Quique Setien pada Januari lalu berjalan di bawah ekspektasi siapapun.
Bahkan jika Barcelona bisa ikut melupakan itu semua, perasaan yang mereka miliki sekarang ini adalah Madrid punya jalan yang lebih mulus.
Meski demikian, dengan bantuan keberuntungan mungkin saja tim polesan Zidane terpeleset di depan.




