Robin van Persie mengenang sebuah momen di Manchester United saat Sir Alex Ferguson mendamprat dua pemain yang kedapatan berpesta setelah mengalami kekalahan dari Manchester City pada 2013.
Ferguson memang terkenal dengan sikap tegasnya kepada para pemain, dengan banyak cerita yang muncul atas namanya sebagai manajer United.
Dan, periodenya menangani United memang penuh kesuksesan, dengan mampu membawa tim meraih 13 titel juara Liga Primer, lima Piala FA dan dua trofi Liga Champions.
Van Persie juga merupakan elemen penting dalam salah satu kampanye juara Liga Primer, ketika ia mencetak 30 gol di semua kompetisi dalam musim debutnya di Old Trafford setelah direkrut dari Arsneal pada 2012.
Salah satu momen yang lebih berkesan dari parade juara musim itu, adalah ketika mengalami kekalahan pada April tahun tersebut dari rival sekota, City, yang membuat posisi United di puncak klasemen waktu itu rawan tergusur.
"Manajer Ferguson, ia tahu kapan harus bertindak, kapan misalnya menerapkan tekanan pada kedisiplinan," ungkap Van Persie kepada SoFoot.
"Dalam musim pertama saya, kami unggul 15 poin di puncak liga, dan kami menyambut laga melawan Manchester City, berharap bisa menyegel titel juara. Jika kami menang, kami akan unggul 18 poin, tapi kami kalah. Itu membuat kami hanya unggul 12 poin, dan sebagian besar manajer tidak suka mendramatisasi situasi."
"Manajer, di sisi lain, sangat bereaksi. Situasinya benar-benar panas. Dua pemain dari tim kami pergi keluar setelah kekalahan itu, dan sehari setelah pertandingan, ia memiliki foto-foto kedua pemain yang dipasang di dinding ruang ganti. Dan ia berkata kepada semua pemain, 'Oke, jika kita tidak memenangkan gelar juara, ketahuilah bahwa itu karena dua [pemain] sialan yang memilih untuk bepergian'."
Van Persie tidak mau mengungkapkan dua nama pemain yang dimaksudnya, namun ia menjelaskan secara rinci tentang bagaimana Ferguson membuat mereka malu di hadapan rekan-rekan.
"Ya, saya tahu nama-namanya, tapi saya tidak bisa mengungkapkannya. Mereka dimarahi oleh pelatih, tapi berada di ruang ganti. Itu luar biasa."
"Ia telah menyisipkan banyak foto yang berbeda, kami telah diberitahu aktivitas malam kedua pemain, jam demi jam, pukul 02:00, 03:00, 04:00 pagi, seolah-olah untuk menunjukkan sejauh mana kebodohan mereka."
"Ia tidak berhenti sampai di situ, ia memperingatkan kami semua: 'Para pemain, dengarkan baik-baik, jika kita tidak memenangkan kompetisi, itu karena mereka berdua memutuskan keluar dan bersenang-senang. Mulai sekarang, jika saya melihat seorang pemain pergi keluar sebelum trofi diangkat, pemain itu diusir dari tim'. Ia memang kejam."
"'Saya tidak peduli siapa Anda, berapa banyak trofi yang Anda menangkan sejauh ini. Jika Anda pergi keluar sebelum musim berakhir, Anda pergi saja dari tim dan saya akan menjual Anda'. Setelah peringatan itu, kami pergi berlatih, dan itu menjadi hari latihan terberat dalam hidup saya. Unggul dua belas poin dan itulah reaksinya."
"Musim ini [kampanye United selama 2019/20] sangat ideal untuk berkata-kata kasar, Sir Alex tidak akan melewatkan kesempatan seperti itu."


