imago-sport-1061797070.jpgANP

Diterjemahkan oleh

Van Halst angkat bicara di Canal Parade: "Itu sebenarnya tidak bisa"

Jan van Halst menilai masih banyak langkah yang harus ditempuh dalam konteks penerimaan homoseksual di dunia sepak bola Belanda. Hal itu dikatakan analis tersebut kepada De Telegraaf pada Sabtu saat Canal Parade di Amsterdam.

"Masih banyak pekerjaan rumah, saya kira. Menurut saya, ini masih merupakan budaya macho yang konservatif. Tapi keadaannya terus membaik. Upaya besar sedang dilakukan," ujar mantan pesepakbola itu yang, terlepas dari semuanya, tetap optimistis menatap masa depan. "Ada berbagai lembaga yang sedang bekerja. Jadi itu memberi harapan."

"Namun setiap kali Anda merasa semuanya sudah sampai di titik itu, semuanya dimulai lagi dari awal. Kita harus terus mengupayakannya," lanjut Van Halst, yang langsung mendapat komentar bahwa di Belanda tidak pernah ada pemain yang coming out.

"Di Belanda saya tidak tahu. Di seluruh dunia, iya," tegas Van Halst kemudian. "Tetapi sangat sering baru setelah karier mereka berakhir. Rupanya memang ada sesuatu yang berkaitan dengan tekanan, dan rasa aman itu tidak ada. Itu salah satu hal yang benar-benar harus dibenahi. Karena sebenarnya itu tidak bisa diterima."

Van Halst bisa memahami sampai batas tertentu mengapa pesepakbola tidak berani coming out. "Jangan meremehkan apa yang menyertainya. Dari sudut pandang saya sendiri, saya bisa mengatakan: Anda harus mengambil langkah pertama. Tapi cobalah berdiri di posisi mereka."

"Dan saya bahkan tidak terlalu berbicara soal ruang ganti. Karena dari pengalaman saya, di sana tidak terlalu buruk. Di sana orang hanya saling bercanda. Soal kepala botak, dan dari mana Anda berasal. Tetapi lebih kepada lingkungan di sekitarnya. Penonton, pers. Di situlah memang masih banyak yang harus dikerjakan."

Van Halst kemudian menanggapi pertanyaan apakah ia mengenal pemain homoseksual. "Tidak. Sungguh tidak. Kalau yang dimaksud adalah pesepakbola profesional. Mungkin mereka sudah tersaring lebih awal. Karena mereka tidak merasa nyaman. Dan memilih mundur lebih dulu, sebelum masuk ke sepak bola profesional. Itu bisa saja terjadi."

"Dan tentu saja itu serius. Ini soal keamanan. Rupanya itu masih belum cukup bagi semua orang, untuk memberi akses ke sepak bola profesional," kata analis tersebut, yang tetap berharap akan ada masa-masa yang lebih baik bagi pemain homoseksual. "Harapan itu tidak boleh pernah dilepaskan. Dan untuk itu, hari-hari seperti ini penting. Untuk terus membangun kesadaran. Semoga suatu hari nanti itu juga diterjemahkan ke sepak bola."

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google