Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

Virgil van Dijk Imago

Diterjemahkan oleh

Van Dijk mencetak dua gol, namun tetap mengalami malam yang dramatis bersama Liverpool

Liverpool mengalami hasil buruk pada Jumat dalam perebutan tiket ke Liga Champions. Arne Slot hanya bisa pasrah menyaksikan rivalnya, Aston Villa, menang 4-2 dan tampaknya telah mengamankan posisi keempat secara definitif. The Reds berada di peringkat kelima dan masih memiliki satu laga tersisa musim ini. Bournemouth yang berada di peringkat keenam mengikuti dengan selisih empat poin dan masih akan bermain dua kali, termasuk melawan Manchester City yang berada di peringkat kedua.

Slot menempatkan Virgil van Dijk, Ryan Gravenberch, dan Cody Gakpo sebagai starter, dengan Gakpo bertindak sebagai penyerang paling dalam bagi tim tamu. Jeremie Frimpong absen karena cedera ringan, sementara Mohamed Salah dan Florian Wirtz duduk di bangku cadangan di Villa Park. 

Villa sempat ketar-ketir ketika Ollie Watkins terjatuh setelah berduel dengan Van Dijk. Namun, penyerang Inggris itu bisa melanjutkan pertandingan, membuat manajer Unai Emery dan para penggemar lega. Kekecewaan melanda Liverpool ketika Gakpo mencetak gol pembuka dari jarak dekat, tetapi gol tersebut dianulir karena offside.

Liverpool sempat menguasai permainan, dan menciptakan ancaman melalui tendangan Dominik Szoboszlai serta sundulan dari tendangan sudut Alexis Mac Allister. Namun, justru Villa yang memimpin menjelang akhir babak pertama. Morgan Rogers melengkungkan bola dengan indah ke sudut jauh, yang membuat Van Dijk sangat kesal. Kekecewaan bagi juara 2025 dalam perebutan tiket Liga Champions.

Van Dijk, di babak pertama, memecahkan rekor Jamie Carragher untuk menit bermain terbanyak seorang pemain lapangan Liverpool dalam satu musim. Carragher mencatatkan 4.789 menit sejak musim 2007/08, namun Van Dijk kini telah melampauinya.

Malam itu menjadi semakin indah bagi Van Dijk ketika ia mencetak gol penyama kedudukan 1-1 melalui sundulan dari tendangan bebas tak lama setelah babak kedua dimulai. VAR melakukan pengecekan terkait kemungkinan offside, namun gol penyama kedudukan itu tidak dianulir. Hal ini memicu pertarungan sepak bola yang seru. Watkins mencetak gol, namun jelas-jelas berada dalam posisi offside. Di sisi lain, Rio Ngumoha membentur tiang gawang dan Gakpo melepaskan tendangan rebound yang melambung.

Liverpool kembali tertinggal saat Szoboszlai terpeleset saat melakukan lemparan ke dalam dan Watkins akhirnya mencetak gol ke sudut jauh dari jarak dekat. Tak lama setelah itu, penyerang yang lincah itu nyaris mencetak gol ketiga, meski bola melebar. Emiliano Buendía menghantam mistar gawang dengan keras, namun Watkins berhasil mencetak gol dari bola pantul. Hal itu tidak terjadi dalam posisi offside, demikian keputusan VAR.

Slot melakukan pergantian dan memasukkan Salah ke lapangan, menggantikan Gakpo. Gravenberch saat itu sudah digantikan oleh Wirtz. Serangan akhir yang diharapkan tak kunjung datang, dengan John McGinn justru menambah penderitaan Liverpool lewat tendangan melengkung yang luar biasa ke sudut kiri atas. Van Dijk mencetak gol lewat sundulan di masa injury time, namun itu sudah terlambat bagi tim tamu.

Sebuah persiapan yang sangat baik bagi Villa, yang akan bertanding di final Liga Europa melawan SC Freiburg pada Rabu mendatang. Jika tim asuhan Emery turun ke peringkat kelima, namun tetap memenangkan final Eropa, maka tim peringkat keenam Liga Premier juga akan lolos ke Liga Champions.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google