Giovanni van Bronckhorst senang karena Feyenoord bertindak tegas terhadap para perusuh pekan lalu. Suporter Feyenoord yang datang mendampingi tim menyalakan kembang api di tribun tandang SC Cambuur, yang menyebabkan pertandingan dihentikan sementara dan memicu banyak kehebohan.
"Dampak setelahnya memang berbeda dari biasanya. Karena Anda benar-benar merasakan sendiri bahwa insiden itu tetap membekas selama beberapa hari. Itu juga karena semua perhatian yang memang pantas tertuju pada hal itu," jelas Van Bronckhorst pada Jumat dalam sebuah sesi media di De Kuip.
Feyenoord kini telah memutuskan untuk tidak membawa suporter dalam dua laga tandang berikutnya. "Saya pikir klub telah mengambil langkah yang baik untuk melakukan sesuatu terhadap hal itu. Saya menilainya positif, meski kami tidak bisa mengubah insiden tersebut. Yang paling disayangkan adalah ada korban. Setiap orang yang berpikiran normal tentu menentang hal ini."
Para pemain Feyenoord mendatangi tribun suporter tamu setelah laga tandang melawan Cambuur. Beberapa hari kemudian, Van Bronckhorst tidak menyesali tindakan itu, meski ada banyak penolakan terhadapnya.
"Anak-anak tentu masih dipenuhi adrenalin pertandingan. Selalu saja orang-orang baik harus menanggung akibat dari apa yang dilakukan orang-orang jahat. Itu bukan satu tribun secara keseluruhan, jadi saya juga paham bahwa para pemain berada dalam dilema," ujar Van Bronckhorst, memberi gambaran tentang pertimbangan yang diambil pada Minggu lalu.
"Cara mereka melakukannya, saya pikir itu sudah tepat. Tentu ada juga fans yang tidak menyalakan kembang api. Jadi saya pikir para pemain telah bertindak dengan baik," kata sang pelatih, memberikan pujian kepada skuadnya.
Melawan NEC (5 September) dan PEC Zwolle (13 September), Feyenoord harus bermain tanpa dukungan suporter tandang mereka. "Klub telah mengambil tanggung jawabnya dengan sanksi ini. Bagus bagi kami untuk mengirimkan sinyal bahwa ini tidak bisa diterima."



