Gelandang Real Madrid, Federico Valverde mengatakan bahwa insiden pelemparan batu yang merusak bus timnya jelang duel leg kedua perempat-final Liga Champions lawan Liverpool justru semakin memotivasi dirinya untuk tampil maksimal.
Los Blancos menahan imbang Liverpool tanpa gol di Anfield, Kamis (15/4) dini hari WIB, untuk melaju ke semi-final dengan kemenangan agregat 3-1.
Investigasi dilakukan oleh polisi Merseyside setelah bus yang membawa tim Madrid ke stadion Anfield sebelum pertandingan itu menjadi sasaran lemparan sejumlah oknum fans. Menurut polisi, kaca jendela bus rusak, namun kacanya tidak pecah dan tidak memakan korban luka.
Ditanya ESPN mengenai insiden tersebut selepas pertandingan dan mengingat latar belakangnya yang berasal dari Uruguay, negara yang punya iklim fans garis keras soal rivalitas, Valverde menjawab: "Saya datang dari sana [situasi yang mirip] dan itu normal. Tidak apa-apa."
"Itu malah memberi Anda motivasi ekstra, seperti merasa bahwa Anda akan pergi ke lapangan dengan naluri membunuh dan memberikan segalanya."
Gelandang internasional Uruguay berusia 22 tahun itu bermain penuh selama 90 menit sembari menahan rasa sakit pada pergelangan kakinya yang bengkak. Ia diposisikan sebagai bek kanan guna menutupi celah yang ditinggalkan Lucas Vazquez karena cedera.
Valverde sudah mengalami cedera pergelangan kaki ringan saat Madrid menang 2-1 atas Barcelona di La Liga akhir pekan lalu, ia pun menerima suntikan penghilang rasa sakit agar bisa tersedia sejak awal melawan Liverpool.




