Valentijn Driessen sama sekali tidak memahami keputusan Ajax mendatangkan Yves Bissouma ke Amsterdam. Kepala sepak bola De Telegraaf itu khawatir klub ibu kota tersebut justru lebih banyak membawa masuk masalah dengan gelandang asal Mali itu.
Dalam acara Vandaag Inside, Driessen menyampaikan pendapat kerasnya tentang Bissouma. "Itu orang Mali entah siapa, yang lebih sering mengonsumsi gas tertawa daripada hadir di latihan," katanya.
Dua tahun lalu, Bissouma sempat dijatuhi skorsing disipliner oleh Tottenham Hotspur, setelah di media sosial muncul video yang memperlihatkan dirinya menggunakan gas tertawa. "Gas tertawa untuk penggunaan rekreasional, dan itu dilakukan seorang pesepakbola!" keluh Driessen.
Driessen terutama tidak mengerti bagaimana pilihan terhadap Bissouma sejalan dengan keputusan-keputusan Ajax sebelumnya. "Jordi Cruijff tidak menginginkan Noa Lang, karena katanya dia pesepakbola yang sulit, tapi kalau Anda mendatangkan yang ini... Ya, berarti Anda memang membawa masuk masalah."
Pelatih Míchel Sánchez juga mendapat kritik dari Driessen pada Senin malam. Jurnalis itu tidak sependapat dengan keputusan pelatih asal Spanyol tersebut untuk memainkan Oliver Edvardsen sebagai winger kiri saat menghadapi Fortuna Sittard (menang 5-1). "Selama Anda tidak memainkan pemain terbaik Anda, Ouazane, Anda tidak akan pernah jadi juara. Itu tidak dilakukan Míchel ini."
Julian Brandt juga tidak luput dari kritik Driessen, meski mencetak gol pembuka yang indah. "Di Jerman mereka menganggap Brandt itu seorang penakut. Kalau harus bertarung, dia tidak ada di sana," ujar sang reporter.
Driessen juga menilai penjelasan Brandt setelah laga terlalu mudah. Sang gelandang mengatakan bahwa ia tidak puas dengan babak pertamanya dan karena itu bereaksi datar terhadap golnya. "Dia menendang bola itu dengan sangat baik, tetapi setelah pertandingan terlalu mudah kalau bilang: saya bermain tidak bagus, karena itu saya tidak merayakannya."



