Berita Live Scores
Uzbekistan

Uzbekistan, Raksasa Asia Yang Kerap Terabaikan

06.12 WIB 28/01/18
U23 Việt Nam vs U23 Uzbekistan
Menjadi juara Piala Asia U-23 tahun ini merupakan penegasan Uzbekistan sebagai tim elite yang kerap tertutup pamor deretan raksasa Asia lainnya.

OLEH    ERIC NOVEANTO      Ikuti di twitter

Bicara soal sepakbola Asia, mayoritas orang lebih mengenal eksistensi tim-tim seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, Iran hingga Arab Saudi.

Tidaklah mengherankan, karena deretan negara di atas memang secara historis dan konsistensi telah menunjukkan kelas mereka sebagai raksasa Asia, dengan banyaknya prestasi yang diraih di pentas kontinental.

Namun, selama berlangsungnya gelaran Piala Asia U-23 tahun ini, justru bukan negara-negara tersebut yang menjadi sorotan utama, melainkan Uzbekistan yang berhasil meraih trofi pertama setelah menang 2-1 atas paket kejutan Vietnam di final.

Pencapaian pasukan muda Serigala Putih tersebut seakan menegaskan status mereka sebagai raksasa Asia yang kerap terabaikan sejauh ini.

Terabaikan? Bisa dibilang begitu. Sejak menjadi negara independen pada 1991 silam, Uzbekistan yang menjadi anggota Asosiasi Sepakbola Asia (AFC) dua tahun setelah merdeka dari Uni Soviet memang tergolong minim prestasi hingga era milenium sekarang ini.

Dari partisipasi mereka di semua turnamen kelompok umur sebelum meraih salah satu prestasi tertinggi tahun ini, praktis negara Asia Tengah tersebut hanya mernah mencicipi gelar juara saat meraih medali emas Asian Games 1994, trofi Piala Asia U-16 edisi 2012.

Di level senior, peruntungan mereka masih jauh dari harapan. Dari enam kali kiprah di Piala Asia, peringkat empat pada 2011 menjadi pencapaian tertinggi. Piala Dunia? Apalagi, mereka sama sekali belum pernah lolos ke babak utama.

Soal Piala Dunia, kasusnya unik. Uzbekistan bahkan sampai mendapat predikat sebagai tim yang nyaris lolos. Posisi terdekat mereka untuk bisa tampil di babak utama Piala Dunia adalah pada 2006 dan 2014 lalu, tapi sayang langkah mereka di fase play-off akhir kualifikasi dikandaskan Bahrain dan Yordania.

Jika prestasi sebagai tolok ukur status raksasa sepakbola Asia, mungkin Uzbekistan belum memenuhi syarat itu. Namun tidaklah adil bagi mereka apabila mengabaikan konsistensi kiprah mereka sejauh ini, terutama dalam lima kualifikasi Piala Dunia terakhir mampu berada selevel dengan negara-negara papan atas Asia lainnya.

Demikian juga dengan kualitas individu para pemain mereka, banyak penggawa Uzbekistan yang diminati di berbagai kompetisi Asia dan bahkan Eropa juga mengakuinya. Paling fenomenal adalah Maksim Shatskikh, yang pernah bersinar bersama raksasa Ukraine, Dynamo Kiev di ajang Liga Champions Eropa.

Dengan grafik konsistensi kiprah di kancah sepakbola Asia yang stabil dan cenderung mengalami perkembangan ke arah yang lebih baik, Uzbekistan sebagai salah satu negara termuda di benua ini layak mendapat julukan raksasa, ketimbang negara-negara besar Asia lainnya seperti India dan Indonesia yang menunjukkan grafik stagnan kendati memiliki catatan sejarah panjang.

Menjadi juara Piala Asia U-23 yang digelar di Tiongkok tahun ini setidaknya menjadi penegasan Uzbekistan sebagai raksasa Asia dan munculnya generasi anyar meliputi Zabikhillo Urinboev, Jasurbek Yakhshiboev hingga Dostonbek Khamdamov saat ini menambah harapan mereka untuk bisa lebih berprestasi di masa depan.

Tampil di Piala Dunia 2022 merupakan mimpi terdekat yang paling mungkin untuk bisa diwujudkan Uzbekistan.