Tampaknya pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, akan melakukan perubahan penting dalam susunan pemain “Para Penari Tango” menjelang laga yang dinanti melawan tim nasional Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026, yaitu dengan menurunkan penyerang Julián Álvarez sejak awal menggantikan Lautaro Martínez.
Surat kabar Argentina “Olé” mengungkapkan bahwa indikasi di dalam kamp tim nasional menunjukkan kemungkinan besar Alvarez akan menjadi starter melawan Mesir, setelah ia berhasil memanfaatkan menit-menit bermain yang ia dapatkan selama turnamen ini dan menampilkan performa yang mengesankan dalam pertandingan terakhir melawan Cape Verde, sehingga semakin mendekati pemulihan posisinya di susunan pemain inti.
Surat kabar tersebut menjelaskan bahwa faktor utama yang menguntungkan Alvarez adalah kemampuannya yang luar biasa dalam menekan lawan, suatu keunggulan yang menurut Scaloni bisa menjadi penentu saat menghadapi timnas Mesir.
Meskipun Lautaro Martínez tampil sebagai starter dalam empat pertandingan sebelumnya, mencetak satu gol melawan Yordania, serta menciptakan peluang emas bagi Lionel Messi saat melawan Cape Verde, perbandingan statistik justru lebih mengunggulkan Álvarez—yang dijuluki “Laba-laba”—dalam hal intensitas tekanan selama menit-menit yang dimainkannya.
Menurut laporan tersebut, Lautaro melakukan 76 aksi tekanan selama 335 menit, sementara Alvarez melakukan 40 aksi tekanan hanya dalam 126 menit, dengan rata-rata 28,6 aksi tekanan per 90 menit, dibandingkan dengan hanya 20,4 aksi tekanan untuk Lautaro.
Surat kabar tersebut menegaskan bahwa angka-angka ini mencerminkan perbedaan yang jelas antara kedua penyerang; Lautarro dikenal karena konsistensinya, sementara Alvarez menonjol karena intensitas dan tekanan tinggi yang dilakukannya, yang merupakan senjata yang mungkin akan dimanfaatkan Scaloni untuk mengacaukan pertahanan timnas Mesir sejak menit-menit awal.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Alvarez telah sepenuhnya pulih secara fisik, setelah sembuh dari cedera pergelangan kaki yang dialaminya saat membela Atlético Madrid di Liga Champions, yang sempat memengaruhi kondisinya menjelang Piala Dunia.
Meskipun ia tidak mencetak gol saat melawan Cape Verde, staf pelatih memberikan penilaian positif terhadap penampilannya, terutama dari segi fisik serta perannya dalam menekan lawan, bergerak tanpa henti, dan membuka ruang bagi rekan-rekannya.
“Olé” menambahkan bahwa Scaloni terutama berfokus pada pencapaian keseimbangan di dalam tim, terutama dengan mengurangi beban fisik yang ditanggung oleh Lionel Messi, demi menjaga energinya di sepertiga lapangan serang dan pada momen-momen krusial.
Surat kabar tersebut berpendapat bahwa kehadiran Alvarez memberikan keseimbangan tersebut bagi timnas Argentina, berkat gerakannya yang terus-menerus dan kemampuannya menekan para bek serta kiper, meskipun ia tidak memiliki kekuatan fisik yang sama seperti Lautaro.


