Berita Live Scores
Liga 1

Mengejar Impian Ke Eropa, Hambali Tolib Butuh Sponsor

20.55 WIB 20/08/19
Hambali Tolib
Klub asal Norwegia sudah menyatakan ketertarikan terhadap Hambali.

Pemain muda asal Indonesia, Hambali Tolib, mengejar impiannya untuk bermain di Eropa. Bahkan, dia rela untuk izin sementara dari klubnya, Persela Lamongan, pada Juni 2019 untuk mengikuti trial di klub Kroasia dan Norwegia.

Pertama, Hambali menjalani tes bersama NK Lokomotiva Zagreb yang berkiprah di kompetisi kasta teratas Kroasia. Bahkan, pemain jebolan Diklat Ragunan itu diikutkan dalam beberapa uji coba yang dilakukan NK Lokomotiva.

Setelah dari Kroasia, pemain kelahiran Makassar, 20 Juni 2000, itu mencoba peruntungan di klub Norwegia, KFUM-Kameratene Oslo. Bahkan, klub yang berkiprah di kompetisi kasta kedua Norwegia itu pun sudah menyatakan ketertarikan mereka untuk merekrut Hambali.

Hanya saja, ada satu kendala yang membuat Hambali belum bisa bergabung dengan klub tersebut. "Untuk kans bergabung lebih besar ke klub Norwegia. Tapi kendalanya saya harus ada sponsor, karena di sana ada (regulasi) minimal gaji. Untuk pemain asing di luar Eropa, gajinya lebih tinggi dari pemain inti di sana. Maka dari itu butuh sponsor (untuk membantu klub menggaji Hambali, red.)," ucap Hambali, saat wawancara eksklusif dengan Goal Indonesia.

Hambali pun berharap bisa segera mendapatkan sponsor untuk mewujudkan impiannya bermain di Eropa. "Target balik lagi (ke Eropa) pada Januari [2020], kalau sudah dapat itu [sponsor]. Kalau belum dapat, ya musim panas mendatang (2020)," tambahnya.

Di samping itu, pemain yang mulai berlatih sepakbola sejak usia lima tahun ini juga mengungkapkan kesannya selama mengikuti trial di dua klub Eropa tersebut.

"Meski klub Kroasia mainnya di Liga 1 (kompetisi kasta teratas) dan klub Norwegia di Liga 2 (kompetisi kasta kedua), perbedaannya tidak jauh, levelnya sama-sama tinggi. Tapi kalau dibandingin dengan Liga Indonesia memang berbeda jauh," bebernya.

"Salah satu perbedaannya dengan di Indonesia, waktu jam latihannya. Terus dikasih sesi latihannya beda. Di sana lebih sedikit (latihannya) cuma dapat banyak, jadi terasa cepat capek. Dari pemanasan saja kita sudah merasa bisa belajar banyak. Untuk makanan tidak ada masalah, asal itu halal," tambahnya.

Namun begitu, eks pemain Sriwijaya FC tersebut juga mengakui, dirinya masih butuh waktu untuk bisa menjadi pilihan utama di klub Eropa. Tapi baginya, yang terpenting adalah mendapatkan pengalaman bermain di kompetisi elite Benua Biru.

"Mungkin untuk umur Hambali saat ini belum. Hambali percaya sekitar dua atau tiga tahun ke depan masih bisa. Hambali juga senang di Eropa, jadi tahu kekurangan Hambali untuk saat ini. Menurut saya, pengalaman itu yang berharga. Saya tetap berpikir positif saja, mungkin butuh waktu, tapi saya percaya proses," jelasnya.