Stephanie Frappart mencetak sejarah sebagai wasit wanita pertama yang memimpin pertandingan di Piala Dunia. Sejarah itu diciptakan Frappart saat memimpin laga antara Kosta Rika dan Jerman, Jumat (2/12) dini hari WIB, di Stadion Al Bayt.
Dalam menjalankan tugasnya di laga ini, Frappart akan didampingi dua asisten yang juga dari kaum hawa, yakni Neuza Ines Back dan Karen Diaz Medina. Sementara wasit cadangan adalah Said Martinez dari Honduras.
Sebelum berada di tengah lapangan di Piala Dunia kali ini, Frappart terlebuh dulu menjalankan tugasnya asisten asisten wasit dalam pertandingan antara Meksiko dan Polandia, dan Portugal kontra Ghana.
APA YANG DIKATAKAN?
Frappart mengakui memimpin pertandingan di level Piala Dunia mempunyai tekanan berbeda dibandingkan laga yang pernah ia lakoni. Apalagi laga antara Kosta Rika dan Jerman akan menentukan nasib kedua tim untuk merebut tiket ke 16 Besar.
“Rasanya luar biasa, karena saya tidak menyangka ini bisa terjadi. Saya sebelumnya sudah merasa bangga dan terhormat mewakili Prancis di Piala Dunia. Saya pikir saya akan mendapat dukungan dari banyak pihak,” ujar Frappart dikutip laman Foot-National.
“Ini tentang tugas sebagai wasit, dan memperlihatkan performa bagus di lapangan. Jadi, rasanya benar-benar luar biasa. Dibutuhkan keselarasan, karena hal paling penting ada di lapangan.”
“Perasaan tentunya akan campur aduk saat pertama kali masuk stadion dengan jumlah suporter yang besar, dan tingginya ekspektasi. Tapi pada akhirnya, fokus saya hanya ke lapangan, karena saya harus bisa mengambil keputusan yang bagus.”
PENGALAMAN FRAPPART
Memimpin pertandingan yang dimainkan kaum Adam bukan hal pertama bagi Frappart. Pertama kalinya Frappart memimpin laga ketika ditunjuk menjadi wasit wanita di Ligue 1 Prancis pada 2 Agustus 2019 dalam laga antaraSC Amiens dan RC Strasbourg.
Frappart kembali menorehkan cerita saat ditunjuk memimpin pertandingan Piala Super Eropa 2019 antara Liverpool dan Chelsea, sehingga menjadi wanita pertama yang memimpin pertandingan pria di Eropa.
Wanita berusia 38 tahun ini kemudian bertugas sebagai wasit di pertandingan Liga Champions Eropa yang mempertemukan Juventus dengan Dynamo Kiev. Karir Frappart terus menanjak saat UEFA menunjuk dirinya untuk memimpin pertandingan kualifikasi Piala Eropa antara Belanda dan Latvia.
Kini sorotan ditujukan kepada Frappart yang memimpin pertandingan hidup dan mati antara Kosta Rika dan Jerman.
