Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
FC Barcelona v Feyenoord - UEFA Champions League 2026/27 League Phase MD1Getty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Ungguli Messi: Rencana Barcelona Sukses Bersama Yamal

Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, meraih pencapaian bersejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya, setelah menjadi pemain pertama yang melampaui 20 kontribusi gol di Liga Champions Eropa (gol dan assist) sebelum usia 20 tahun. Ia juga menjadi pemain termuda yang mengenakan ban kapten Barcelona pada usia 19 tahun dan dua bulan, karena tidak ada seorang pun yang mencapai level-level ini secepat dirinya.

Meski Raphinha, Pedri, Frenkie de Jong, dan Eric Garcia berada di depannya dalam urutan kapten, kemunculan Yamal dengan ban kapten menghadapi Feyenoord memberikan kesan yang sangat kuat.

Dengan mempertimbangkan bahwa Yamal hampir tidak pernah digantikan, pemandangan ini (mengenakan ban kapten) akan menjadi hal yang biasa selama pertandingan.

Menurut surat kabar Spanyol "AS", Yamal yang mendapatkan ban kapten memang mengejutkan, tetapi hanya sedikit yang memperhatikan sebuah detail penting, yaitu bahwa Lamine termasuk salah satu pemain tim yang paling berpengalaman dari sisi senioritas.

Yamal menjalani pertandingan pertamanya dengan kostum Barcelona pada April 2023, dan ada 17 pemain yang menyusul di belakangnya dalam hal ini. Di antara mereka yang ada di ruang ganti tim, dan kecuali empat kapten teratas, hanya Balde, Gavi, Kounde, dan Christensen yang menjalani pertandingan pertama mereka bersama tim utama sebelum dirinya.

Meski selalu ada suara-suara yang mengatakan bahwa Yamal berjalan menurut caranya sendiri, pemain muda ini memaksakan kehadirannya dengan musiknya di dalam ruang ganti dan dengan permainan sepak bola yang ia tampilkan di lapangan, sehingga detail-detail ini mencerminkan posisi Lamine di dalam tim.

Untuk menghargai betapa cepatnya pemilik kostum nomor 10 ini mencapai posisi tersebut, cukup dengan menengok kembali kepada Lionel Messi, yang mengenakan ban kapten untuk pertama kalinya pada usia 25 tahun, meski ia sempat mengenakannya pada usia 20 tahun dalam sebuah pertandingan persahabatan menghadapi Dundee United, sebelum berangkat ke Olimpiade Beijing.

Terlepas dari nilai simbolisnya, ban kapten memberikan kekuatan lebih kepada pemain, dan inilah yang diupayakan oleh manajemen klub, yang mengelilingi pemilik kostum nomor 10 ini selama sepekan terakhir, di tengah persaingan memperebutkan Ballon d'Or. Manajemen juga menetapkan sebuah tujuan berupa menyediakan lingkungan yang paling nyaman baginya selama tahun-tahunnya bersama tim Catalan tersebut.

Hal ini juga berkaitan dengan pemberian tanggung jawab lebih kepada pemain, setelah ia mengejutkan banyak orang dengan profesionalisme yang ia tunjukkan selama masa pemulihannya sebelum Piala Dunia.

Kini Yamal kembali meningkatkan tempo penampilannya, setelah mencetak lima gol dan menciptakan dua assist selama sembilan hari terakhir.

Ini merupakan periode yang buruk bagi kamera sial yang mengikutinya, di mana tatapan serius yang konon ia tunjukkan dalam pertandingan melawan Elche berubah menjadi wajah kandidat peraih Ballon d'Or.

Anda dapat mendiskusikan berbagai topik dan berita secara lebih mendalam di forum "Kooora"

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google