Di tengah berlangsungnya Piala Dunia Wanita 2019 di Prancis, UN Women menyoroti ketidakadilan pendapatan yang terjadi di sepakbola.
Menurut entitas dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membidangi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan itu, gaji tahunan penyerang Barcelona Lionel Messi menjadi bukti bahwa pendapatan antara pesepakbola pria dan wanita masih sangat jomplang.
UN Women mengunggah sebuah infografik di laman Facebook PBB yang membandingkan gaji tahunan Messi dengan gaji seluruh pesepakbola wanita yang berkarier di tujuh liga top dunia.
Messi disebutkan memiliki total pemasukan $84 juta (1,18 triliun) per tahun, yang berasal dari gaji, bonus, komersial, dan bayaran lain.
Jumlah pendapatan megabintang Argentina itu hampir dua kali lebih banyak dari total seluruh gaji 1693 pesepakbola wanita di tujuh liga top, yakni $42,6 (Rp 602 miliar).
"Salah satu pesepakbola pria memiliki gaji hampir dua kali lebih banyak dari seluruh pemain dari tujuh liga top sepakbola wanita," demikian pernyataan yang tertulis dalam unggahan PBB tersebut.
"Selama Piala Dunia Wanita 2019, UN Women menuntut kesetaraan gaji untuk wanita di olahraga ini."
Isu ketimpangan gaji ini memang menjadi topik hangat seiring bergulirnya Piala Dunia Wanita. Hal itu membuat 28 pemain timnas wanita Amerika Serikat (USWNT) pada Maret lalu mengajukan gugatan ke pengadilan.
Pemain top USWNT seperti Alex Morgan dan Megan Rapinoe menuntut USS (Federasi Sepakbola AS) untuk menghentikan praktik diskriminasi gaji di sepakbola wanita. Pihak USS telah membantah tuduhan itu dan berencana melakukan mediasi kepada para pemain terkait selepas Piala Dunia.
Di Piala Dunia 2019, USWNT mampu melangkah ke perempat-final di mana mereka akan ditantang tuan rumah Prancis pada 28 Juni mendatang.


