Kericuhan yang terjadi antarsesama pendukung garis keras Napoli terjadi saat laga kontra AC Milan, di Stadion Diego Armando Maradona, Senin (3/4) dini hari WIB membuat presiden Aurelio De Laurentiis gusar. Ia pun menyebut mereka sebagai penjahat.
Ultras dari curva A dan curva B melakukan aksi protes dalam pertandingan versus AC Milan. Mereka yang hadir di tribune stadion tidak memberikan dukungan kepada Napoli melainkan cuma duduk diam tanpa bendera atau syal.
Aksi tersebut dilakukan sebagai protes atas kenaikan harga tiket dan peningkatan tindakan pengamanan. Suporter Napoli itu mencaci De Laurentiis karena kebijakan yang diterapkannya.
Namun, tidak semua pendukung Napoli di curva A dan curva B mengikuti aksi protes. Adanya penolakan tersebut memicu pertikaian yang melibatkan puluhan orang saat laga berlangsung.
De Laurentiis menilai sepakbola Italia mesti mengikuti peraturan seperti di Inggris. Bila tidak, masalah yang terjadi akan kembali terulang di kemudian hari.
"Ini adalah kisah yang telah berlangsung selama 50 tahun. Selama hukum [Margaret] Thatcher tidak diambil dan diterapkan di Italia, kami akan selalu mengalami masalah ini," kata De Laurentiis dikutip Calciomercato.
"Mereka bukanlah penggemar sejati, tetapi penjahat yang diizinkan untuk pergi ke stadion dan mempermalukan penggemar sejati, keluarga dengan episode yang dapat dilihat semua orang." De Laurentiis menambahkan.
Dalam pertandingan tersebut AC Milan keluar sebagai pemenang. Pasukan Stefano Pioli tersebut menghajar Napoli empat gol tanpa balas.




