Ultras atau fans garis keras Inter Milan melempar kritikan kepada klub mereka sekaligus kembali menyerang bek Napoli, Kalidou Koulibaly atas insiden rasisme.
Seperti diketahui, Koulibaly menjadi sasaran aksi rasisme yang dilakukan tifosi Nerazzurri saat tim mereka menang 1-0 dalam laga Serie A Italia pada Desember lalu.
Atas kejadian itu, Inter menerima sanksi larangan bertanding tanpa penonton sebanyak dua laga.
Ultras Inter menuding Koulibaly sebagai pembohong dalam insiden tersebut dan membuat situasi semakin memburuk dengan menyerang manajemen yang dinilai tak memihak mereka.
Manajemen Inter mendukung kampanye 'BUU' yang mereka ubah dari sorakan bernada rasisme menjadi sebuah slogan bermakna 'Brothers Universally United.'
"Kami tak peduli dengan rasisme, kami pergi ke stadion untuk mendukung para pemain kami. Koulibaly bagi kami hanyalah orang kecil yang menggunakan kebohongan untuk membersihkan nuraninya," tulis mereka melalui pernyataan resmi.
"Jika ia berkulit putih, kuning atau biru, kami akan tetap bersikap sama kepadanya."
"Sama seperti inisiatif 'BUU', itu hanyalah selera yang buruk. Ide yang menyedihkan dan palsu."





