LIPUTAN DONI AHMAD DARI MEDAN
Kemenangan tipis 1-0 atas PS Keluarga USU di Stadion Mini Kebun Bunga kemarin sore membuat asisten pelatih PSMS Medan Suharto AD merasa kecewa yang menilai pemain tampil di bawah performa.
Suharto mengatakan, pemain terlihat mengalami kesulitan untuk memecahkan persoalan di atas lapangan. Ia menengarai pemain tampil dengan membawa beban kekalahan dari Persib Bandung. Selain itu, lawan yang dihadapi juga membuat target memperbaiki pertahanan tak diperoleh.
“Secara hasil mengecewakan, sangat jauh dari yang kami inginkan. Dari segi permainan juga mereka tidak mampu memecahkan persoalan. Terlihat mereka bermain seperti ada beban, dan tidak tampil lepas. Seperti ada trauma,” jelas Suharto.
“Target kami mau melihat compact defence, tapi belum teruji, karena tidak ada tekanan dari lawan. Pressure juga masih 40 persen. Kami justru lebih bermain menyerang.”
“Tentu pasti ada catatan-catatan atau evaluasi yang harus dibenahi sebagai persiapan kita untuk menghadapi lanjutan liga nanti, karena ke depannya kami akan menghadapi tim-tim kuat.”
Gol kemenangan PSMS dicetak pemain muda Donni Dio Hasibuan lewat tendangan dari luar kotak penalti. Performa pemain seleksi juga tidak memuaskan, termasuk legiun asing Patrick Asare yang baru tiba satu hari sebelum laga. Di uji coba ini, Suharto hanya menurunkan satu dari tiga pemain lokal seleksi, Teja Ridwan.
“Belum bisa dinilai karena masih satu hari. Mungkin nanti dalam beberapa hari ke depan dilihat lagi. Untuk lokalnya memang ada catatan, belum memuaskan. Tapi biar nanti coach Djanur [Djadjang Nurdjaman] yang memutuskan,” kata Suharto.
“Kami juga sengaja menurunkan pemain muda yang selama ini enggak pernah dimainkan. Mereka masih perlu waktu dan kesempatan dimainkan.” (gk-71)

