Bintang Austria, Marko Arnautovic membantah telah bersikap rasis saat meminta maaf karena menimbulkan kontroversi gara-gara selebrasinya dalam kemenangan timnya atas Macedonia Utara, namun sekarang aksinya diselidiki UEFA.
Arnautovic mencetak gol dalam kemenangan 3-1 Austria, Minggu (13/6) kemarin dan terlihat menunjuk ke arah Ezgjan Alioski dari Macedonia Utara serta diduga mengatakan: "Saya bercinta dengan ibu Albania Anda".
Sang striker dituduh menggunakan kata-kata rasis dalam konfrontasinya dengan Alioski, namun Arnautovic membantah hal tersebut sembari meminta maaf atas insiden panas yang ditimbulkannya.
"Ada beberapa kata panas kemarin dalam emosi permainan yang karenanya saya ingin minta maaf - terutama kepada teman-teman saya dari Macedonia Utara dan Albania," tulisnya di Instagram.
"Saya ingin mengatakan satu hal dengan sangat jelas: SAYA TIDAK RASIS! Saya punya teman di hampir setiap negara dan saya mendukung keragaman. Semua orang yang mengenal saya sadar akan hal itu."
UEFA telah meluncurkan penyelidikan resmi atas tindakan Arnautovic setelah menerima surat dari Asosiasi Sepakbola Macedonia Utara (FFM) yang menuntut agar pemain berusia 32 tahun itu dijatuhi hukuman berat.
Pernyataan yang dirilis pada Selasa (15/6) pagi berbunyi: "Sesuai dengan Pasal 31(4) Peraturan Disiplin UEFA, Inspektur Etika dan Disiplin telah ditunjuk untuk melakukan penyelidikan terkait insiden yang melibatkan pemain Marko Arnautovic yang terjadi selama pertandingan fase grup Euro 2020 antara Austria dan Macedonia Utara pada 13 Juni 2020."
"Informasi lebih lanjut tentang masalah ini akan tersedia pada waktunya."
Penggunaan kata-kata rasisme yang dilaporkan mengacu pada Perang Kosovo, dengan Arnautovic, yang ayahnya orang Serbia, menargetkan Alioski, yang berasal dari Albania.
Arnautovic diduga menggunakan cercaan anti-Albania terhadap Egzon Bejtulai sebelum kemudian merayakan golnya dengan berteriak ke arah Alioski, sebelum mulutnya dibungkam oleh rekan setimnya, David Alaba.
Ada sejarah panjang mengenai ketegangan antara Serbia dan Albania, selain juga hubungan antara Serbia dan Macedonia Utara juga tidaklah baik.
