Derita Juventus sepertinya akan bertambah pada musim ini setelah wakil sekretaris UEFA Giorgio Marchetti mengungkapkan pihaknya tidak menutup kemungkinan memberikan sanksi kepada Bianconeri.
Juventus dikenakan sanksi pengurangan 15 poin oleh pengadilan federasi sepakbola Italia (FIGC) karena diduga memalsukan keuntungan modal mereka melalui nilai transfer pemain yang digelembungkan.
Sanksi itu berpotensi ditambah, mengingat penyidikan Prisma yang sedang berlangsung, dan dipimpin kantor Kejaksaan Umum Turin. Juventus sekarang sedang menunggu sidang pendahuluan mereka dalam penyidikan Prisma yang akan berlangsung bulan depan.
Marchetti mengungkapkan, UEFA masih menunggu perkembangan hasil penyidikan Prisma maupun tambahan sanksi yang kemungkinan diberikan terkait nasib Juventus sebelum mengambil tindakan.
“Sekarang masih ada investigasi yang sedang berlangsung yang belum selesai terhadap Juventus. Ada keputusan yang telah dibuat, dan saya mengerti Juventus akan mengajukan banding. Kami akan menunggu untuk melihat dokumentasi dari semua file,” tutur Marchetti kepada La Politica nel Pallone dikutip laman Football Italia.
“UEFA harus bersikap menghormati peraturan. Kami menunggu untuk melihat apakah ada profil terkait peraturan UEFA. Juventus akan dinilai seperti semua klub.”
Dalam keputusannya, pengadilan FIGC menjatukan snaksi kepada sejumlah mantan direktur Juventus, termasuk eks presiden Andrea Agnelli, mantan wakil presiden Pavel Nedved, serta direktur olahraga Tottenham Hotspur Fabio Paratici yang sebelumnya menjadi bagian Si Nyonya Besar.
Tidak hanya dengan kasus yang sedang berlangsung, Juventus juga terancam sanksi atas keterlibatan mereka di Liga Super. Selain Juventus, dua klub lainnya yang dianggap masih terlibat adalah Real Madrid dan Barcelona.
“Terserah mereka untuk memutuskan apa yang ingin mereka lakukan. Ini adalah tiga klub fundamental untuk sepakbola Eropa. Tapi upaya untuk mendekati mereka tidak bergantung pada UEFA,” kata Marchetti.


