imago-sport-1073644369.jpgPressinphoto

Diterjemahkan oleh

Pengakuan Tersirat: UEFA Konfirmasi Barcelona Jadi Korban Ketidakadilan Kontra Atletico

Otoritas sepakbola Eropa, UEFA, mengakhiri perdebatan seputar salah satu insiden wasit paling kontroversial pada edisi lalu Liga Champions Eropa, dengan memberikan instruksi tegas kepada para wasit tentang keharusan memberikan penalti apabila seorang pemain menyentuh bola dengan tangannya di dalam kotak penalti timnya sendiri saat permainan berlangsung.

Surat kabar Spanyol "Mundo Deportivo" menyebutkan bahwa arahan ini muncul untuk mengingatkan pada perdebatan luas yang terjadi pada laga leg pertama babak perempat final Liga Champions Eropa musim 2025-2026 antara Barcelona dan Atletico Madrid, yakni ketika bek Marc Pubill menghentikan bola dengan tangan kanannya di dalam kotak penalti setelah kipernya, Juan Musso, mengoper bola kepadanya saat pelaksanaan tendangan bebas.

Surat kabar itu menjelaskan bahwa arahan tersebut tidak secara langsung menyinggung kesalahan wasit menyeluruh yang terjadi pada laga yang berlangsung di Stadion Camp Nou pada 8 April itu, yang dilakukan oleh wasit utama asal Hongaria Istvan Kovacs serta pengabaian teknologi VAR yang dipimpin oleh wasit asal Jerman Christian Dingert, namun arahan itu memperingatkan bahwa poin dalam aturan ini tidak menerima ijtihad atau penafsiran dan harus dianggap sebagai penalti.

Malam saat Barcelona kalah dengan skor dua gol tanpa balas itu, dan saat insiden terjadi mereka tertinggal satu gol tanpa balas, menyaksikan ekspresi ketidakpuasan yang begitu keras dari pelatih tim Hansi Flick yang mengatakan: "Justru untuk situasi seperti inilah kita memiliki teknologi video, seharusnya itu menjadi kartu kuning kedua dan penalti." Di sisi lain, pelatih Atletico Madrid Diego Simeone membela keputusan tersebut seraya berkata: "Penalti tidak diberikan sebagai penerapan logika yang benar."

Penjelasan dari UEFA bertujuan untuk memastikan bahwa perangkat wasit memberikan penalti apabila terjadi momen serupa di masa mendatang.

Masalahnya terletak pada adanya perbedaan dalam penerapan aturan pada momen-momen serupa. Sementara penalti diberikan pada laga Club Brugge melawan Aston Villa selama musim 2024-2025, hal itu diabaikan pada laga Arsenal melawan Bayern Munich pada musim semi 2024, dan hal itulah yang persis terjadi pada laga Barcelona melawan Atletico Madrid di Stadion Camp Nou.

Musim panas ini merupakan yang kedua secara beruntun di mana Atletico Madrid menjadi pihak dalam salah satu insiden wasit paling kontroversial di ajang Liga Champions Eropa.

Duel babak 16 besar musim 2024-2025 menyaksikan pembatalan gol yang dicetak oleh Julian Alvarez pada adu penalti yang menentukan duel untuk kemenangan Real Madrid, hal itu karena dianggap bahwa penyerang tersebut menyentuh bola dua kali secara berturut-turut.

UEFA memutuskan setelah beberapa bulan berlalu bahwa apabila terjadi insiden serupa pada adu penalti di masa mendatang dan sebuah gol tercipta setelah sentuhan ganda yang tidak disengaja, maka perangkat wasit harus memerintahkan pengulangan pelaksanaan tendangan dari titik penalti.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google