Jakub Jankto mencari kemungkinan untuk meninggalkan Serie A Italia setelah merasa dirinya dan rekan-rekan mendapat hukuman dari Udinese.
Udinese mengalami kampanye buruk sepanjang musim 2017/18, hingga pada akhirnya harus menutup perjalanan dengan menduduki urutan ke-14 dalam klasemen akhir.
Gelandang internasional Repulik Ceko berusia 22 tahun itu lantas mengungkapkan pengalaman buruk yang dialaminya bersama klub terutama ketika menjalani 'ritiro' guna memperbaiki performa tim dengan ditempatkan di hotel yang tak layak.
"Awalnya musim tergolong menjanjikan, kami menang lima kali beruntun. Tapi setelah musim semi, kami mendapat 11 kekalahan," jelas Jankto kepada Ceskatelevize saat berada di kampung halamannya.
"Klub menghukum kami dengan mengurung para penggawa tim di hotel selama tiga pekan. Sulit dipercaya, kami berada di hotel selama lebih dari dua bulan. Saya merasa seperti budak dan bahkan tak bisa berjumpa anak-anak saya."
"Kami ditahan di hotel terburuk yang ada di Udine, di mana toiletnya sangat kotor. Itu merupakan hukuman dan mereka berkata hal semacam itu akan menguatkan kami, tapi justru semakin menciptakan perdebatan."
Jankto menyatakan akan mengevaluasi masa depannya di Udinese dan bahkan Serie A, dengan dirinya mencari kemungkinan melanjutkan karier di luar Italia.
"Sekarang saya fokus pada agenda internasional dan akan tenang mendiskusikan [masa depan] bersama agen," lanjutnya.
"Saya akan meningaalkan Italia setelah empat tahun di sini. Saya senang berada di sin, tapi ingin mencoba kompetisi lain seperti Inggris atau Spanyol."


