Pangeran Johor, Tunku Ismail ibni Sultan Ibrahim, mengonfirmasi rencana untuk membeli Valencia melalui media sosialnya.
Saat ini, Valencia dimiliki oleh konglomerat asal Singapura yang sekaligus teman dekat Tunku Ismail, yakni Peter Lim.
Kelelawar Mestalla terpuruk musim ini. Skuad arahan Javi Gracia tercecer di urutan ke-14 klasemen sementara dan hanya terpaut lima poin dari zona merah.
Parahnya lagi, Valencia dinilai tengah dijalani oleh manajemen yang salah sejak diakuisisi Lim pada 2014. Kala itu, klub memang terlilit banyak utang.
Puncak kritikan yakni, Valencia doyan gonta-ganti pelatih [tujuh sejak era Lim] dan menjual sejumlah pilar penting tim awal musim ini, termasuk kapten Dani Parejo ke Villarreal.
“Saya bukan orang baru dalam sepakbola. Saya sudah mendirikan Klub [JDTFC] dari setiap tahun berjuang menghindarkan degradasi menjadi juara yang mendominasi," ucap Pangeran Tunku Ismail.
"Saya sudah meraih 16 gelar dalam kurun delapan tahun. Kami adalah yang terbesar di Asia Tenggara dan salah satu yang terbesar di Asia."
"Saya ingin memperluas imperium saya, melebarkan sayap saya, dan mencari tantangan baru.”
"Saya bukan seseorang yang akan mengubah logo atau tradisi klub Anda ... Saya di sini untuk kemuliaan, kesuksesan, dan sejarah.”
"Apa yang dibutuhkan Valencia? Anda membutuhkan seseorang yang tahu tentang sepakbola, lapar akan kesuksesan, gairah, dan memahami seberapa besar Valencia sebagai klub,” pungkasnya.
Tunku Ismail memang mendandani JDT hingga menjadi salah satu klub elite di kawasan Asia.
Skuad Harimau Selatan mendominasi Malaysia Super League [MLS] sekaligus menahbiskan diri sebagai klub asal Asia Tenggara pertama yang juara Piala AFC pada edisi 2015.




