Pemandangan menarik terjadi saat berlangsungnya uji coba internasional yang melibatkan Tunisia dengan Portugal serta Turki beberapa hari lalu yang digelar di bulan Ramadan.
Kedua laga yang menjadi persiapan Tunisia ke Piala Dunia 2018 tersebut sama-sama berakhir imbang 2-2, tapi bukan skor akhir atau pun corak permainan yang menjadi pusat perhatian.
Perhatian pertama tertuju pada laga kontra Portugal, saat itu kiper Mouez Hassen berpura-pura mengalami cedera pada menit ke-58 agar dirinya bersama rekan-rekannya bisa berbuka puasa di lapangan.
Menghadapi Turki, Hassen juga melakukan 'taktik' serupa dan hal tersebut memang diakui pelatih Nabil Maaloul sebagai aksi yang sudah direncanakan timnya guna menyiasati waktu berbuka yang bersamaan dengan berlangsungnya pertandingan.
"Saya memang harus menyiapkan aksi tersebut," ungkap Maaloul seperti dikutip ESPN.
"Kami menyiapkan aksi itu karena sebagian besar pemain kami berpuasa. Saya berkata kepadanya [Hassen] untuk pura-pura cedera agar tim bisa punya waktu untuk berbuka puasa, demikian juga dengan staf kami."
"Para pemain berhak melakukan hal yang memang pantas mereka lakukan. Ini agama kami. Sulit untuk bertahan selama 16 jam tanpa air, tanpa minum, terutama ketika ada dua sesi latihan. Tapi kami beradaptasi."
Maaloul menyatakan bahwa puasa di bulan Ramadan bukan halangan bagi timnya untuk melakoni persiapan jelang Piala Dunia di Rusia, namun sang pelatih lebih menyoroti potensi masalah yang muncul pasca-berpuasa.
"Masalahnya bukan ada pada sekarang," lanjutnya. "Masalahnya ada ketika setelah selesai Ramadan. Otot-otot akan menjadi sedikit letih, tapi saya harap ini akan mampu diatasi."
Tunisia, sama seperti kontestan Piala Dunia asal Timur Tengah lainnya yakni Mesir, Maroko, Iran dan Arab Saudi, memiliki skuat yang didominasi oleh penggawa Muslim.
