Ketidakjelasan kompetisi Liga 1 2020 membuat banyak pemain mencari aktivitas lain. Banyak dari mereka yang mulai berpikir untuk menjadi pelatih, dengan mengambil kursus lisensi kepelatihan.
Hal tersebut juga sudah dipikirkan oleh bek tengah milik Persebaya, Mokhamad Syaifuddin. Pemain berusia 28 tahun tersebut saat ini sudah mulai mencicipi dunia kepelatihan, dengan melatih anak-anak sekolah sepakbola (SSB).
Kebetulan, ada SSB Aston Villa yang terletak tidak jauh dari daerah asal Syaifuddin, sehingga ia melatih di sana. Mantan pemain Pelita Bandung Raya ini juga telah merencanakan untuk mengambil kursus lisensi C AFC nantinya.
"Saya arek asli Kendung, dulu zaman kecil juga main bola di lapangan ini. Sebelum ikut klub atau SSB saya sudah bermain di lapangan yang sekarang dipakai ini, jadi ini salah satu pengabdian saya untuk tanah kelahiran," ucap Syaifuddin, dikutip situs resmi Persebaya.
Kebetulan, saat ini Syaifuddin juga masih berusaha mengembalikan kondisinya setelah dirinya sempat menderita cedera. Perlahan, Syaifuddin melatih sepakbola sambil menunggu cedera dan kondisinya benar-benar pulih.
PersebayaIa juga benar-benar hati-hati sebelum memutuskan untuk berlatih, hal itu dilakukan atas pertimbangan cedera yang sempat diembannya. Fisioterapis Persebaya akhirnya memberi lampu hijau untuk Syaifuddin berkegiatan melatih.
"Sebelumnya saya dinyatakan secara medis benar-benar pulih, saya tidak berani ikut melatih. Saat sudah mendapatkan lampu hijau dari fisioterapis dan tim medis baru saya mau membantu di sini," jelas sosok yang kerap dipanggil Uru itu.
Sebagai informasi, Kendung merupakan daerah di barat Surabaya yang pernah mencetak sederet pesepakbola profesional seperti Syaifuddin, hingga Evan Dimas. Misbakus Solikin juga berasal dari sana, dan ikut melatih SSB Aston Villa.
Benny Handoko sebagai pendiri Aston Villa sangat berharap kehadiran Syaifuddin dan Misbakus bisa membuat pemain makin bersemangat. Misbakus yang kini membela PSS Sleman melatih U-10 Aston Villa, sementara Syaifuddin U-12.
"Aston Villa ini sebenarnya sudah lama ada, berafiliasi dengan beberapa tim internal Persebaya. Tapi sempat lama vakum, baru Maret tahun ini kembali aktif," ungkap Benny.
"Alhamdulillah pemain yang sudah besar seperti Syaifuddin dan Misbakus mau ikut membantu. Mungkin mereka juga ada rasa kepemilikan dengan daerahnya, jadi mereka terpanggil untuk mengembangkan sepakbola usia dini di sini," tukas dia.
Persebaya

