Egy Maulana VikriBranislav Spanka

Tukang Bangunan Senang Cegah Egy Maulana Vikri Cetak Gol

Kiper klub amatir SK Sasova Jaroslav Cavoj merasa senang mencegah gawangnya dari kebobolan lebih banyak ketika dikalahkan FK Senica 3-0 dalam pertandingan babak 16 Besar Piala Slowakia kemarin.

Senica awalnya diprediksi bakal meraih kemenangan dengan skor besar melawan tim yang berbeda kasta tersebut. Namun Cavoj memperlihatkan performa mengesankan. Cavoj tercatat mematahkan 13 peluang Senica, dua di antaranya milik Egy Maulana Vikri.

Ancaman Egy pada menit ke-63 dari permainan terbuka berhasil ditepis Cavoj. Kiper yang berprofesi sebagai tukang bangunan ini kembali mematahkan peluang Egy melalui tendangan bebas di menit ke-76 secara brilian.

Meski kekalahan menggagalkan impian menembus ke perempat-final, Cavoj tidak merasa kecewa, dan menganggap dirinya dipayungi keberuntungan tak kebobolan banyak gol. Sebab, penggawa Senica merupakan pemain profesional dibandingkan pasukan Sasova yang mempunyai pekerjaan lain.

“Saya merasa senang dengan performa saya, tapi saya minta maaf atas gol yang dicetak lawan. Dalam hati kami [sebelum pertandingan], kami meyakini akan mendapatkan keajaiban. Namun laga itu menunjukkan siapa sesungguhnya yang lebih profesional,” ujar Cavoj dikutip laman Sport Net.

“Saya dan teman-teman satu tim lainnya mempunyai dua pekerjan. Kami bekerja terlebih dulu. Pada pagi hari saya mengantarkan anak-anak ke sekolah, lalu pergi bekerja, dan selanjutnya menjalani pertandingan. Hari ini (kemarin) tim besar datang, dan saya tidak mampu mengadangnya.”

“Walau begitu, hasil ini masih layak untuk dirayakan. Kami tidak perlu merasa malu. Meski kami kalah, itu menjadi hari yang indah buat kami.”

Bahkan selepas pertandingan, sebagai bentuk apresiasi terhadap performa Cavoj, pemain Senica mengajak pria berusia 33 tahun ini pulang bersama bus tim. Selain itu, pelatih Senica, Pavel Sustr juga memuji penampilan Cavoj, dan menyatakan sang kiper pantas muncul di media massa. Cavoj pun merasa tersanjung.

“Saya mengapresiasi pemain Senica mengajak saya pulang bersama. Itu sebuah kehormatan buat saya. Tapi tempat saya di Sasova, di mana saya sudah menetap selama 12 tahun. Saya punya keluarga, dan [kota] ini rumah saya,” imbuh Cavoj.

Iklan
0