Marko Simic - Persija Jakarta

Tujuh Pemain Asing Tersukses Persija Jakarta

Persija Jakarta jadi salah satu klub Indonesia yang memiliki daya tarik besar untuk pemain asing. Segudang prestasi dan nama besar membuat legiun impor ingin berseragam Macan Kemayoran .

Hanya saja, tak semua pemain asing yang membela Persija dapat berkontribusi maksimal. Tak jarang klub asal ibu kota tersebut salah dalam merekrut pesepakbola dari luar Indonesia.   

Dari sekian banyak pemain asing yang direkrut Persija, hanya beberapa yang mampu meraih sukses. Mereka sanggup tampil gemilang bahkan mempersembahkan gelar buat klub yang identik dengan warna merah tersebut.

Goal Indonesia  memilih tujuh nama asing yang paling sukses bersama Persija. Peran mereka sangat vital sehingga sampai sekarang, publik khususnya Jakmania, masih mengingat sepak terjang mereka.

1. Mbeng Jean Mambalou (Kamerun)

Datang ke Persija pada 1996 saat usianya 19 tahun, Mbeng Jean Mambalou tak langsung mendapat kesempatan utama. Ia mesti berjuang keras untuk masuk skuad inti Macan Kemayoran .

Seiring berjalannya waktu, Mbeng Jean akhirnya mendapat kepercayaan sebagai penjaga gawang utama. Ia pun jadi orang dari benua Afrika pertama yang menempati posisi kiper di kompetisi Indonesia.

Mbeng Jean berhasil menorehkan tinta emas bersama Persija pada 2001. Ketika itu, ia membantu timnya untuk merengkuh gelar juara Liga Indonesia setelah sekian lama dinanti.

2. Abanda Herman (Kamerun)

Selama berseragam Persija, Abanda Herman memang tidak mampu mempersembahkan gelar Liga Indonesia. Akan tetapi, eks PSM Makassar tersebut begitu gemilang di lini pertahanan.

Kehadiran Abanda membuat barisan depan lawan kesulitan mencetak gol ke gawang Persija. Pesepakbola asal Kamerun itu membela Macan Kemayoran selama empat musim (2006-2010).

Persija juga merupakan klub Indonesia terlama yang dibelanya. Pria kelahiran 20 Februari 1984 tersebut tampil sebanyak 76 pertandingan, dan mampu mencetak sepuluh gol. Uniknya, Abanda juga pernah membela klub rival, Persib Bandung.

Fabiano Beltrame - Persija Jakarta & Abanda Herman - Persib Bandung (GOAL.com/Antara)Antara

3. Luciano Leandro (Brasil)

Impian meraih gelar Liga Indonesia akhirnya terwujud saat Luciano Leandro membela Persija pada 2001. Perannya di lini tengah tak tergantikan sepanjang musim itu.

Persija adalah klub kedua Tanah Air yang dibela Luciano. Sebelumnya, pria asal Brasil tersebut berseragam PSM Makassar selama tiga musim, pada 1995 sampai 1998.

Menariknya, PSM menjadi lawan yang dihadapi Luciano pada final Liga Indonesia 2001. Ketika itu, Persija mengalahkan Juku Eja , di Stadion Utama Gelora Bung Karno, dengan skor 3-2.

Luciano Leandro - Persipura Jayapura

4. Antonio Claudio (Brasil)

Antonio Claudio sempat merasakan dua gelar juara Liga Indonesia bersama Persija. Hanya saja, sosok asal Brasil tersebut meraih prestasi tersebut dengan status yang berbeda.

Pertama pria yang karib disapa Toyo ini mendapatkan gelar juara Liga Indonesia dengan status pemain, pada 2001. Perannya di lini pertahanan Macan Kemayoran tidak tergantikan.

Lalu Toyo kembali berperan ketika klub asal ibu kota menjadi juara Liga 1 2018. Saat itu ia memegang jabatan sebagai asisten pelatih Persija, mendampingi Stefano Cugurra.

Antonio Claudio (GOAL.com/Semen Padang)

5. Jaimerson Xavier (Brasil)

Setelah berpetualang bersama sejumlah klub di Brasil, Jaimerson Xavier mencoba peruntungan dia Indonesia. Persija menjadi pilihan saat ia datang pada tiga tahun lalu.

Meski hanya satu musim berseragam Persija, Jaimerson mampu tampil gemilang. Ia menjadi pengganti sepadan dari Willian Pacheco yang sebelumnya menjadi andalan asing di pertahanan.

Sederet gelar mampu dinikmati Jaimerson bersama Persija. Eks Rio Verde ini mengantarkan Persija meraih tiga gelar yakni Boost SportsFix Super Cup, Piala Presiden, dan Liga 1.

Jaimerson - Persija Jakarta

6. Rohit Chand (Nepal)

Bergabung pada 2013, Rohit Chand sempat beberapa kali meninggalkan Persija. Namun, ia memutuskan kembali berseragam tim bernuansa oranye ini tiga tahun lalu, dan bertahan sampai sekarang.

Perannya di lini tengah tak tergantikan. Meski, sudah berulang kali Persija, berganti pelatih Rohit selalu saja menjadi pilihan utama dalam setiap pertandingan yang dimainkan.

Puncak karier Rohit bersama Persija terjadi pada 2018. Ia mampu mengantarkan timnya meraih gelar juara di tahun itu yakni Boost SportsFix Super Cup, Piala Presiden, dan Liga 1 serta pemain terbaik Liga 1 2018.

7. Marco Simic (Kroasia)

Penyerang asal Kroasia tersebut langsung tampil memukau di musim perdananya pada 2018. Marko Simic menunjukkan kualitasnya dengan mempersembahkan tiga gelar, Boost SportsFix Super Cup, Piala Presiden, dan Liga 1.

Tak sampai di situ saja, Simic juga mampu menyabet gelar pencetak gol terbanyak pada Liga 1 2019. Ia berhasil mengukir 28 gol dari 32 pertandingan yang dimainkannya.

Manajemen dan tim pelatih Persija tak punya keraguan akan kualitas Simic. Rasa cinta striker yang pernah berkarier di Vietnam dan Malaysia ini juga tak perlu dipertanyakan. Manajemen Persija memberinya kontrak hingga 2023, Desember lalu.

Marko Simic - Persija Jakarta
Iklan
0