Tudingan rasisme terhadap Vinicius Junior yang dilakukan fans Valencia beberapa waktu lalu makin berkepanjangan. Manajemen Valencia menuntut permintaan maaf dari Rodrygo Goes, karena dianggap telah mengeluarkan pernyataan salah.
Dalam pertandingan LaLiga yang mempertemukan Valencia dengan Madrid di Stadion Mestalla pada Mei lalu, sekelompok segelintir suporter tuan rumah meneriaki Vini seperti seekor monyet. Beberapa hari kemudian, tiga suporter Valencia ditangkap dengan tuduhan kasus itu.
Sebelumnya, pelatih Carlo Ancelotti pernah menyampaikan pernyataan seluruh stadion meneriaki Vini. Namun, juru taktik asal Italia itu kemudian melakukan klarifikasi, dan menyampaikan permintaan maaf dengan menyebutkan ulah itu hanya dilakukan segelintir orang.
Di saat situasi mulai mereda, Rodrygo yang sedang mengikuti pemusatan latihan (TC) Brasil menjelang laga uji coba internasional, berbicara tentang insiden tersebut, dan mengaku dirinya juga menerima pelecehan rasial. Bahkan Rodrygo pun mengklaim seluruh stadion meneriaki Vini.
Manajemen Valencia pun merasa geram dengan pernyataan Rodrygo tersebut. Mereka menuntut Rodrygo membuat klarifikasi sekaligsu menyampaikan permintaan maaf, karenna menuding Rodrygo sudah melakukan kebohongan serius.
“Valencia CF dengan tegas menolak pernyataan palsu yang dibuat oleh pemain Rodrygo Goes. Dia mengatakan seluruh Mestalla berpartisipasi dalam nyanyian rasis terhadap rekan setimnya,” tegas manajemen dilansir laman resmi klub.
“Pernyataan seperti itu adalah kebohongan serius yang berkontribusi pada menstigmatisasi basis penggemar teladan dengan cara yang sama sekali tidak adil.”
Valencia pun tidak segan akan menempuh jalur hukum bila Rodrygo tidak segera membuat klarifikasi. El Che pun meminta Rodrygo agar lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan di masa mendatang.
“Sama seperti pelatihnya, Carlo Ancelotti, yang mengoreksi pernyataannya usai pertandingan, kami meminta Rodrygo Goes juga mengoreksi pernyataan salah tersebut. Valencia CF berhak mengambil tindakan hukum yang sesuai untuk membela kehormatan klub dan fans kami,” tulis manajemen klub.
“Kami juga meminta para pemain untuk memiliki ketelitian dan tanggung jawab saat membuat pernyataan.”
“Sekali lagi, kami ingin menekankan kecaman terhadap segala jenis rasisme atau kekerasan, seperti yang diterima tiga fans yang terlibat dalam insiden ini, sehingga mereka dihukum larangan seumur hidup [untuk hadir di stadion]. Tidak ada keraguan tentang komitmen kami untuk memberantas masalah ini di masyarakat.”


