OLEH SANDY MARIATNAIkuti di twitter
El Clasico di Santiago Bernabeu, Senin (24/4) dini hari WIB, terbukti menjadi panggung sempurna buat Lionel Messi untuk menunjukkan aksi paling heroik di musim ini. Dua gol mampu diceploskannya untuk membantu Barcelona menang dramatis 3-2 atas rival abadi Real Madrid.
Padahal, Messi bertanding dalam kondisi yang tidak sempurna. Di bagian bawah mata kirinya masih terlihat menghitam, bekas luka setelah jatuh ke tanah dengan posisi wajah lebih dulu saat Barcelona disingkirkan Juventus di leg kedua perempat-final Liga Champions tengah pekan kemarin.
Saat melawan Madrid, Messi juga mendapat luka baru. Mulutnya mengucurkan darah setelah terkena sikut Marcelo. Kakinya juga menjadi sasaran empuk sejumlah pemain Madrid, mulai dari Casemiro hingga yang terparah Sergio Ramos. Ramos bahkan dikartu merah langsung karena melakukan tekel dua kaki kepada Messi.
SIMAK JUGA: Ronaldinho Puji Gol Ke-500 Messi
No pain, no gain. Dalam kondisi seperti itu, Messi secara luar biasa tetap menunjukkan aksi terbaiknya. Sebuah gol penyama di babak pertama tercipta dan berpuncak pada gol emosional di masa injury time untuk membuat publik Bernabeu terbungkam.
Dwigol itu adalah gol nomor 22 dan 23 Messi kontra Madrid, memperkukuh rekornya sebagai topskor sepanjang masa El Clasico. Madrid tercatat menjadi korban favorit keempat Messi setelah Sevilla, Atletico Madrid, dan Valencia.
Namun sebuah milestone yang lebih istimewa tercipta di laga tersebut. Ya, dua gol itu menggenapi catatan gol Messi di level klub menjadi 500 gol! Seluruh gol tersebut dikoleksi Messi hanya dari 579 penampilan bersama Barcelona di semua kompetisi. Artinya, rasio gol Messi mampu menyentuh angka 0,87 per laga.
Getty, OptaKaki kiri selama ini menjadi senjata andalan Messi dan menyumbang 80 persen dari total golnya. Namun, ia ternyata juga pernah mencetak gol menggunakan pinggul, dada, dan bahkan tangan. Gol “tangan Tuhan” itu tercipta ke gawang Espanyol pada 2007 silam yang sekaligus mengesahkan dirinya sebagai titisan sejati Diego Maradona.
Gol penentunya di menit ke-92 menegaskan bahwa Messi berada dalam situasi paling berbahaya di saat laga memasuki periode akhir. Sebanyak 25 persen dari 500 golnya tercipta di 15 menit terakhir pertandingan hingga masa injury time.
Dua gol ke gawang Madrid merupakan brace ke-103 Messi dalam kariernya bersama Barca. La Pulga tercatat mampu 32 kali mengemas hat-trick, empat quat-trick, dan satu quint-trick. Eksekusi bola mati Messi juga terbilang oke, dengan sudah 27 kali mencetak gol lewat tendangan bebas dan 60 gol penalti.
Pada akhirnya, Messi merasa milestone bersejarahnya ini tidak lebih penting ketimbang target utama Barcelona, yakni tetap berada dalam persaingan titel La Liga. “Jalan masih panjang, tapi kami bisa pulang dengan gembira setelah mengambil sebuah langkah penting,” katanya melalui akun sosial media.


