Pada musim panas lalu Moise Kean meninggalkan Serie A Italia untuk mencoba peruntungannya di Liga Primer Inggris bersama Everton dengan mahar yang diyakini sebesar €27,5 juta.
Sayang, petualangan Kean bersama the Toffees tidak semulus yang dibayangkan sebelumnya. Sempat mendapat julukan bocah ajaib ketika masih bersama si Nyonya Tua, Kean baru mengoleksi satu gol dari 19 pertandingan di semua kompetisi.
Proses adaptasi Kean di Inggris dipertanyakan namun menurut Mino Raiola, keputusan meninggalkan Turin sudah tepat dan manajemen Everton bahagia mendapatkannya.
"Saya tidak akan membawa Kean ke Liga Primer jika dia tidak bisa berbicara bahasa Inggris dengan sempurna," buka Raiola di Repubblica.
"Sangat jarang pemain Italia bisa beradaptasi di luar negeri. Mari kita tanya pada diri sendiri mengapa Spanyol dan Prancis terus mengekspor pemain sementara kita tidak."
"Jika saya membiarkan Kean di Juventus, mereka akan membuatnya bermain di Serie C."
"Everton tidak bahagia, tetapi sangat bahagia. Mereka tahu Kean hanya butuh waktu karena tuntutan teknik dan fisik di Liga Primer lebih besar, sementara Serie A gagal mempersiapkan itu."
"Saya punya daftar panjang klub peminat Kean namun Everton tidak berniat menjualnya."
"Kean seperti Balotelli, begitu berbakat hingga melewati fase perkembangan. Ini yang harus diperbaiki karena jarak itu sangat kental terlihat."
Salah satu titik terendah Kean bersama Everton tercipta di laga imbang lawan Manchester United. Ketika itu Duncan Ferguson memainkan Kean di babak kedua namun 18 menit berselang sang pelatih menariknya lagi ke bench.
Meski demikian, kehadiran Carlo Ancelotti di Goodison Park bisa menjadi salah satu titik kebangkitan sang pemain.




