Mantan pemain dan manajer Tottenham Hotspur, Tim Sherwood, mengecam konstelasi yang terjadi di tubuh klub saat ini.
Spurs memecat Antonio Conte pekan lalu pasca-kritik terbuka pelatih asal Italia kepada hierarki klub dan skuat saat ini. Teraktual, direktur sepak bola klub yang merupakan mantan orang Juventus, Fabio Paratici, dihukum larangan beraktivitas di sepakbola selama dua setengah tahun oleh FIFA.
"Itu tidak terlihat bagus. Jelas para fans menjadi pihak yang paling merasakan lebih dari siapa pun. Klub kesayangan mereka sedang menjadi bahan tertawaan," ucap Sherwood kepada Talksport, Rabu (29/3).
“Ya, dan seharusnya tidak (ada pemecatan), karena mereka mampu finis di posisi keempat musim lalu di liga yang sangat kompetitif dan mereka masih menempati urutan keempat sejauh musim bergulir."
"Ya, ada beberapa tim di bawah mereka dengan jumlah pertandingan yang lebih banyak, kami semua tahu tentang itu, tapi mereka masih berada dalam posisi yang layak."
"Itu karena mereka belum memenangkan trofi lagi dan tim asal London lain seperti Arsenal dan Chelsea makin mendorongnya ke tenggorokan fans Tottenham. Mereka harus mulai memenangkan sesuatu atau mulai memproduksi beberapa pemain," tutur manajer Spurs pada rentang 2013–2014 itu.
Sherwood juga mengecam klub karena mempekerjakan Fabio Paratici, yang bermasalah sejak bersama Juventus.
"Kebijakan perekrutan mereka sangat buruk," ucap Sherwood.
"Mereka sepertinya tidak bisa merekrut manajer yang bisa bertahan lama, tidak hanya pemain, dan sepertinya mereka bahkan tidak bisa memilih direktur olahraga."
"Mereka seharusnya melakukan uji tuntas pada orang ini. Ini bersejarah, apa yang kita bicarakan di sini, pelanggaran yang dilakukan Paratici, jadi mereka seharusnya tahu tentang ini," pungkasnya.
Adapun sembari mencari pengganti Conte, Spurs kini ditangani asisten pelatih Cristian Stellini bersama Ryan Mason untuk sisa musim Liga Primer Inggris 2022/23.
.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)

