Mauricio Pochettino mengaku tidak menerima tawaran Real Madrid pada tahun lalu karena menolak untuk menganulir kontraknua di Tottenham Hotspur.
Pochettino sempat muncul sebagai kandidat utama pelatih baru Los Blancos menyusul kepergian mengejutkan Zinedine Zidane selepas mengantarkan klub meraih titel Liga Champions ketiga secara beruntun.
Namun, Madrid memilih menarik Julen Lopetegui dari jabatannya di tim nasional Spanyol dua hari jelang Piala Dunia 2018 sehingga membuat Pochettino bertahan di Liga Primer Inggris.
Juru taktik 47 tahun asal Argentina itu mengonfirmasi soal pendekatan Madrid pada dirinya, akan tetapi waktu itu langsung mendapat penolakan dari Daniel Levy selaku pimpinan Spurs.
"Situasinya sulit. Impian dari setiap pelatih dipertaruhkan: untuk menangani tim terbesar yang ada," ungkap Pochettino kepada El Pais.
"Dan Anda harus berkata tidak. Itu sangat penting, itu menciptakan konflik. Karena Anda tahu bahwa jika seorang pelatih ingin pergi, maka pergilah. Tapi saya baru memperbarui kontrak di Tottenham dan saya merasa tidak bisa melakukan apa pun."
"Daniel Levy tidak menerima tawaran yang masuk untuk saya dan jika mereka meminta saya untuk menganulir kontrak saya akan menolaknya karena saya tidak bisa bersikap seperti itu."
"Jika pimpinan saya berpikir saya harus lanjut, saya tidak akan pergi. Itu bukan nilai-nilai diri saya. Mengapa ada klub yang akan mendatangkan seorang pelatih yang sebelumnya terlebih dahulu melanggar komitmennya?"
Spurs sama sekali tidak belanja dalam bursa transfer musim panas dan dingin lalu, namun Pochettino masih mampu membawa pasukannya bersaing dengan tim-tim besar di Liga Champions dan Liga Primer. Langkah penting yang dilakoninya adalah merayu pemain yang memang ingin bertahan.
"Mereka menghubungi saya saat Piala Dunia dan berkata: "Saya pergi.' Saya katakan: 'Bicaralah kepada pimpinan.' Mereka menjawab: 'Ya, tapi saya ingin mengatakan kepada Anda karena saya ingin untuk pergi dan bermain untuk klub ini dan itu.'"





