Antonio Conte akhirnya resmi melatih Tottenham Hotspur, dan Andre Villas-Boas memperingatkannya bahwa Daniel Levy, presiden klub, bukanlah orang yang mudah dihadapi dan merasa kepengurusannya "kurang jelas".
Villas-Boas adalah 'senior' Conte yang pernah melatih Spurs selama satu setengah musim sejak 2012/13, sebelum dipecat pada pertengahan musim 2013/14.
Ia mengaku pelatih memang harus dinilai lewat performa di lapangan, tetapi merasa petinggi klub juga menjadi faktor penentu.
Pria Portugal itu mengakui jika pihak klub punya bekal untuk sukses, tetapi selalu berakhir kacau balau.
Menurutnya, masalah berada pada sang pemilik, Joe Lewis, dan sang presiden.
"Ini akan menjadi tantangan buat Antonio, tantangan yang hebat," ujar Villas-Boas.
"Antonio adalah pelatih juara Liga Primer, bergabung ke klub dengan stadion terbaik di Inggris dan fasilitas latihan terbaik di Eropa bahkan dunia."
"Tetapi selalu ada yang kurang dari Spurs."
"Daniel pernah memiliki pelatih yang membawa [Spurs] ke final Liga Champions dalam diri Mauricio Pochettino dan salah satu pelatih tersukses di dunia dalam diri Jose Mourinho."
"Terserah dia dan Joe Lewis untuk memutuskan apa yang mereka inginkan buat organisasi ini. Tetapi mereka adalah organisasi yang sulit karena kurang jelas."
"Saya bukannya ingin mengritik Daniel. Semua orang punya kekuatan dan kelemahan, tetapi tidak mudah menghadapi Daniel."
"Banyak hal yang harus disampaikan, di depan muka, oleh kedua belah pihak dengan kejujuran. Tetapi kadang tidak seperti itu."
"Pelatih memang harus dinilai dari penampilan di lapangan, sepakat."
"Kami kalah mengenaskan, dua laga yang membuat saya terdepak, tetapi ia bukan orang yang mudah dihadapi. Tapi toh, apa sih yang mudah di sepakbola?"


