Tolak Inter Milan Pilih AC Milan, Sandro Tonali: Saya Tutup Pintu Untuk Tim Lain

Komentar()
2020-01-10 Sandro Tonali
Getty Images
Tonali sama sekali tidak segan menolak Inter usai mendengar Milan juga tertarik merekrutnya.

Sandro Tonali mengatakan dirinya menutup semua pintu untuk tim lain ketika klub pujaan masa kecilnya, AC Milan menjelaskan ingin merekrutnya.

Milan mengumumkan perekrutan gelandang muda Italia itu dengan status pinjaman plus opsi pembelian permanen senilai €35 juta pada pekan lalu usai melewati tiga musim impresif bersama Brescia.

Tonali, yang kerap dibandingkan dengan gelandang legendaris Italia, Andrea Pirlo, sempat diyakini akan pindah ke Inter Milan, namun ia mengatakan kesempatan untuk bergabung dengan Rossoneri terlalu bagus untuk dilewatkan.

"Kurang lebih semua orang mendukung Milan di tempat saya berasal, termasuk ayah saya, yang mewariskan gairah itu kepada saya sebagai seorang anak," katanya dalam jumpa pers.

"Saya sudah lama ingin memakai jersey ini. Saya tidak banyak bicara dengan Massimo Cellino [presiden Brescia], tapi ia langsung menyadari apa artinya itu bagi saya. Ia bilang akan membiarkan saya menentukan pilihan saya dan ia menepati janjinya."

"Saya memintanya untuk melakukan upaya ini [transfer ke Milan] untuk saya dan ia sangat hebat. Ketika saya menyadari ada kesempatan untuk bergabung dengan Milan, saya menutup semua pintu yang lain. Saya harus pergi ke Milan. Saya harus melakukannya."

"Agen saya melakukan sebagian besar negosiasi dengan Inter, jadi ia dengan tepat meninggalkan saya sehingga saya tidak akan terganggu. Begitu saya mendengar tentang Milan, dan ia tahu bahwa saya mendukung mereka, kami berbicara dan saya membiarkannya mulai bekerja."

Gelandang berbakat berusia 20 tahun itu dikenal dengan kemampuannya menggiring bola dan umpan-umpan apiknya. Tonali mencetak satu gol dan tujuh assist bagi Brescia, yang terdegradasi dari Serie A musim 2019/20.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Tonali berpeluang melakoni debutnya dalam ajang kualifikasi Liga Europa, Jumat (18/9) esok, melawan Shamrock Rovers dan mungkin mengisi skuad bersama salah satu idolanya, Zlatan Ibrahimovic.

"Kami tak sabar, kami hanya ingin pergi ke sana dan bermain," lanjutnya. "Skuad kami punya level kualitas yang sangat tinggi dan rekan-rekan - dimulai dengan Ibrahimovic - menyampaikan keinginan untuk menang. Kami ingin membuktikan di lapangan apa yang bisa kami lakukan."

"Ibra adalah idola lain, seseorang yang sudah saya kagumi saat pertama kali bermain untuk Milan. Ia berhasil menempatkan tim di pundaknya dan membawa mereka menuju kemenangan. Ia adalah sosok yang bisa dijadikan panutan."

Tutup