Zlatan Ibrahimovic girang dengan kembalinya AC Milan berkancah di Liga Champions musim depan. Sang legenda Swedia pun mendorong para pemain untuk berusaha menjuarainya.
Sang striker veteran jadi sosok penting di balik keberhasilan Rossoneri menutup musim di atas posisi empat besar klasemen akhir Serie A Italia.
Ibrahimovic pun kini merasa dirinya jadi memiliki tanggung jawab lebih sebagai orang yang paling sepuh di San Siro. Ditegaskannya, saatnya Milan kembali ke level sebagaimana mereka adalah tim raksasa Eropa.
"Terkadang saya memperlakukan orang-orang seperti itu," jawab Ibra saat ditanya apakah dia memposisikan dirinya sebagai pemimpin di Milan.
"Terkadang, Anda harus keras, terkadang Anda harus bersikap santai. Terkadang, saya bercanda dan terkadang saya pun mengirim pesan," lanjut mantan bomber Paris Saint-Germain dan Manchester United itu.
"Kini, kami berhasil lolos ke Liga Champions, yang merupakan target kami, tapi saya berambisi untuk menjuarainya. Ini adalah tantangan yang berkelanutan dan saya menikmatinya," tegas Ibrahimovic.
"Sekarang, saya lebih memiliki tanggung jawab, saya merasa lebih seperti seorang pemimpin. Hubungan dengan klub ini jelas, para pemain harus bekerja keras setiap hari untuk membawa Milan kembali ke habitat mereka," tandasnya.
Ada spekulasi bahwa Ibrahimovic akan menjadi asisten pelatih Stefano Pioli di Milan ketika dia memutuskan gantung sepatu kelak. Namun hal ini ditanggapi rileks oleh Ibrahimovic.
"Saya sudah melakukan itu setahun setengah," canda Ibra diiringi tawa lepas.
"Sekarang, mari kita lihat hal-hal lain yang harus dikerjakan," pungkasnya.


