PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), dalam waktu dekat ini. Direktur Pengembangan Bisnis TIRA Persikabo, Rhendie Arindra, berharap agenda tersebut tidak dipakai untuk saling menjatuhkan.
Hubungan kurang harmonis sedang terjadi di PT LIB. Sudjarno (direktur operasional) Rudy Kangdra (direktur bisnis), dan Anthony Chandra Kartawiria (direktur keuangan), merasa tidak puas dengan kepemimpinan Cucu Somantri, selaku direktur utama operator kompetisi itu.
Ketiga orang tersebut juga telah melayangkan surat kepada seluruh klub Liga 1 2020, untuk menggelar RUPSLB. Mereka melakukan itu karena ingin adanya evaluasi atas segala keputusan Cucu, yang disebut tidak melibatkan jajaran petinggi di PT LIB.
Rhendie mengaku pihaknya memang setuju dilangsungkannya RUPSLB. Hanya saja, ia mengatakan agenda tersebut dilakukan guna membahas masa depan klub, bukan untuk penghakiman seseorang.
"Kami ingin masalah internal LIB bisa selesai dengan damai. Tidak perlu ada jatuh-menjatuhkan. Perkara ada kesalahan dalam menjalankan organisasi, namanya juga manusia, ya di musyawarahkan saja baiknya," kata Rhendie saat dihubungi awak media.
"Kami menganalisa ada ketidakharmonisan di dalam internal LIB. Tidak baik jika dibiarkan berlarut. Semoga dengan digelarnya RUPS bisa menyelesaikan masalah-masalah yang sedang terjadi," Rhendie menambahkan.
Selain TIRA Persikabo, 17 klub Liga 1 2020 lainnya selaku pemegang saham juga sepakat untuk menggelar RUPSLB. Mereka telah mengirimkan surat tersebut kepada PT LIB beberapa hari lalu.
