Perlakuan tidak menyenangkan didapatkan awak media ketika saat latihan timnas Indonesia U-23 di Lapangan A Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8). Petugas keamanan yang berjaga mengusir para jurnalis yang mau meliput.
Sejak awal pelatih timnas Indonesia U-23 Luis Milla, sudah meminta latihan digelar secara tertutup. Artinya, para wartawan tak bisa mengambil foto maupun video saat Hansamu Yama dan rekan-rekan sedang berlatih.
Buruh tinta yang datang dari pagi juga dilarang masuk ke area lapangan. Mereka hanya bisa melihat aksi pasukan Merah Putih yang sedang mempersiapkan diri melawan Cina Taipei dari luar pagar.
Situasi ini awalnya masih diterima. Namun, ada petugas keamanan yang tiba-tiba mengusir dengan cara yang tidak mengenakan para jurnalis yang sedang menunggu selesainya latihan digelar untuk meminta komentar tim pelatih.
Alhasil, beberapa wartawan memutuskan meninggalkan tempat tersebut. Sementara sisanya yang bertahan berdebat dengan petugas keamanan agar bisa diizinkan tetap berada di lokasi latihan.
Merasa perintahnya tidak didengarkan, petugas keamanan tersebut berteriak ke arah volunteer yang mendampingi timnas Indonesia U-23. Ia, ingin meminta kejelasan boleh atau tidaknya para wartawan tetap berada di tempat latihan.
Volunteer tersebut pun langsung menanyakan masalah ini kepada staf PSSI yang mendampingi timnas Indonesia U-23. Untungnya staf tersebut membolehkan awak media tetap menyaksikan latihan itu.
Petugas keamanan tersebut langsung terdiam setelah mendengar keputusan itu. Nada omongannya yang tinggi berubah menjadi rendah dan para wartawan.
Rencananya, pengawalan ketat bakal terus dilakukan setiap kali latihan timnas Indonesia U-23 dilaksanakan. Sebanyak 15 petugas keamanan disiapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

