Kekalahan yang dialami Timor Leste U-16 dengan skor 3-0 saat menghadapi Indonesia dalam laga Piala AFF U-16 berarti membuat tim gagal memenuhi pesan yang disampaikan Xanana Gusmao.
Xanana, yang merupakan presiden pertama Timor Leste, hadir langsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (4/8) untuk memberikan dukungan langsung kepada pasukan muda negaranya.
Politisi berusia 74 tahun tersebut sebenarnya menginginkan agar Timor Leste U-16 mencuri poin dari Indonesia, namun permintaan tersebut tak berhasil diwujudkan anak asuh Joao Da Araujo.
"Sebenarnya ada pesan khusus dari Bapak [Xanana], yang pertama kami harus mencoba untuk mencuri poin dari Indonesia, andai tidak bisa maka yang kedua kami harus meminimalkan kebobolan," ungkap Araujo kepada awak media.
Di Piala AFF U-16 tahun ini, Timor Leste diperkuat gelandang muda keturunan Australia, Kay Olok Sword Gusmao sebagai kapten tim lawan Indonesia, yang tak lain merupakan putra Xanana.
Menurut Araujo, ban kapten sengaja diberikannya kepada sang putra kedua Xanana khusus pertandingan kontra Indonesia karena ingin memberikan motivasi serta pengalaman dalam turnamen antarnegara.
"Soal anak Bapak [Xanana], sebenarnya dari awal turnamen saya sudah ingin menjadikannya sebagai kapten. Karena saya katakan padanya, 'Bapak kamu dulu jadi kapten di hutan dan sekarang kamu jadi kapten di lapangan," terangnya sambil berkelakar.
"Tapi ia sempat bilang belum siap, maka dari itu kemudian saya bilang padanya: 'Lawan Indonesia kamu bisa jadi kapten? Jawabnya siap'. Hanya saja, saya menilai kepemimpinannya di lapangan masih belum matang."
Kekalahan lawan Indonesia membuat perjuangan Timot Leste di Piala AFF kali ini harus berakhir sebatas di fase Grup A.
Goal