Striker baru Chelsea, Timo Werner (24 tahun), mengakui bahwa faktor fisik menjadi pembeda yang hakiki antara Liga Primer Inggris dan Bundesliga Jerman.
Werner melakoni debut kompetitif saat Chelsea mengalahkan Brighton dengan skor 3-1 pada pekan pertama Liga Primer Inggris di Stadion Amex, Selasa (15/9) dini hari WIB.
Gol Chelsea masing-masing dicetak oleh Jorginho (23’, penalti), Reece James (56’), dan Kurt Zouma (66’). Sedangkan gol balasan Brighton diciptakan oleh Leandro Trossard (54’).
Tampil 90 menit, Werner mencatatkan: lima tendangan (hanya satu mengarah ke gawang), 36 sentuhan, dan 79% akurasi operan.
“Gaya bermain yang sangat berbeda. Dalam beberapa situasi kami memiliki lebih banyak ruang karena lapangan yang sangat besar dan Anda bisa memperbanyak lari seperti yang kami lakukan pada babak pertama setelah memimpin satu gol,” ucap Werner selepas pertandingan.
"Tetapi ketika Anda keluar dari ruang ganti di babak kedua, permainan benar-benar berubah dan tim lawan, Brighton, merespons dengan sangat baik dan memberi kami banyak masalah.”
"Tentu saja fisik dan kekuatan para pemain bertahan lawan [masih jadi kendala], saya bermain melawan tiga pemain bertahan dengan fisik besar, Anda tidak menemukan hal seperti itu di Jerman.”
“Tapi saya sangat senang berada di sini dan saya pikir ini adalah pertandingan pertama yang baik bagi saya dan seluruh tim. Semoga kami memenangkan lebih banyak pertandingan lagi,” pungkasnya.
Brighton memang menurunkan tiga bek jangkung dalam formasi 3-4-1-2, yakni: Ben White, Lewis Dunk, dan Adam Webster.
Adapun Werner didatangkan Chelsea dari RB Leipzig pada bursa transfer musim panas ini senilai £47,5 juta. Musim lalu, ia mencetak 28 gol dan delapan assist dari 34 penampilan di Bundesliga
Pada pekan kedua, Chelsea bakal menjamu juara bertahan Liverpool di Stamford Bridge, Minggu (20/9).




