Pelatih Myanmar U-22 Michael Feichtenbeiner menyatakan mereka harus bermain cerdas saat menghadapi timnas Indonesia U-22 dalam matchday kedua Grup A SEA Games 2023 di Stadion Olympic, Kamis (4/5).
Myanmar baru menjalani laga perdana mereka, Selasa (2/5), dengan mengalahkan Timor Leste 1-0. Sedangkan Indonesia melakoninya, Sabtu (29/4), saat menggasak Filipina 3-0.
Jadwal itu membuat Indonesia berada di atas angin untuk pertandingan nanti, setidaknya dari segi recovery pemain. Sebab, tim besutan Indra Sjafri mempunyai waktu istirahat lebih panjang.
Feichtenbeiner mengatakan, kondisi ini membuat mereka harus bermain dengan cerdas saat menghadapi Indonesia, mengingat Myanmar tidak memiliki waktu istirahat yang cukup.
“Dalam dua hari kami sudah harus menghadapi Indonesia. Mereka (Indonesia) sudah mendapatkan istirahat, dan mereka merupakan lawan yang tangguh,” ujar Feichtenbeiner dalam keterangannya kepada wartawan yang turut dihadiri jurnalis Goal Indonesia Alvino Hanafi.
“Saya sudah melihat pertandingan pertama mereka, dan ini merupakan tim yang kuat. Jadi, kami harus bisa bermain dengan cerdas untuk bertanding melawan mereka.”
Feichtenbeiner berharap pemain bisa memetik pelajaran dari laga pertama. Menurut mantan pelatih klub Malaysia Selangor FC ini, pemain sempat memperlihatkan performa tidak mengesankan di babak kedua kala menaklukkan Timor Leste.
“Pendekatan yang kami lakukan [melawan Timor Leste] adalah bagaimana mereka mengawali pertandingan pertama di sebuah turnamen, karena kami tidak mempunyai pengalaman itu. Hanya Nani (sapaan Zaw Win Thein), dan dua pemain lainnya yang punya pengalaman itu,” ucap Feichtenbeiner.
“Sebagai pelatih, tentunya Anda mempunyai pendekatan sedikit berbeda di tiap pertandingan. Jadi melawan tim yang sangat kuat seperti Indonesia, kita akan lihat bagaimana rencana permainan kami. Begitu juga ketika menghadapi Kamboja dan Filipina.”
