Strategi berbeda bakal diterapkan timnas Indonesia U-20 saat melawan Hong Kong pada laga kedua Grup F kualifikasi Piala Asia U-20 di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (16/9). Pelatih Shin Tae-yong mau anak asuhnya tidak memainkan bola atas.
Timnas Indonesia U-20 membawa modal positif untuk menghadapi Hong Kong. Pasukan Garuda Muda melibas Timor Leste empat gol tanpa balas pada laga perdana yang dimainkan kemarin malam WIB.
Tiga dari empat gol yang dicetak timnas Indonesia U-20 berasal dari sundulan. Kondisi tersebut tak biasa karena seringnya skuad Merah Putih bermain dengan bola datar dan jarang mengandalkan operan lambung.
Tae-yong menyadari pola tersebut tidak bisa lagi diterapkannya untuk duel kontra Hong Kong. Penyebabnya armada Cheung Kin Fung itu punya postur yang lebih tinggi dibanding Timor Leste.
"Harus dipersiapkan [rotasi]. Mungkin lawan Hong Kong akan bisa dan memusatkannya agar bisa lebih banyak gol menggunakan kaki," kata Tae-yong.
Terkait tiga gol sundulan di laga versus Timor Leste, Tae-yong memberikan penjelasan. Menurutnya, ada celah lewat bola atas sehingga bisa dimaksimalkan Marselino Ferdinan dan kawan-kawan pada pertandingan tersebut.
"Memang sepakbola menggunakan formasi dasar, tapi setiap keadaan akan berubah dan pemain harus mengikuti instruksi dengan baik, baru bisa beradaptasi dengan baik. Mungkin kali ini ada sundulan," ucapnya.
Meski menang telak, timnas Indonesia U-20 harus puas menempati posisi kedua klasemen. Vietnam yang punya poin serupa tiga berada di pucuk karena melumat Hong Kong 5-1.
