Pelatih timnas Indonesia U-17 Bima Sakti mengungkapkan para pemain harus kembali beradaptasi dengan cuaca panas di Jakarta setelah menjalani pemusatan latihan (TC) di Jerman selama satu bulan.
Penggawa timnas U-17 melakoni TC di Jerman sebagai persiapan menghadapi Piala Dunia U-17 2023 pada bulan depan. Mereka sudah menjalani latihan lagi di Jakarta sejak kemarin.
Bima mengatakan, pemain kini sedang berusaha beradaptasi dengan cuaca panas di Jakarta. Pasalnya, selama berada di Jerman, pemain merasakan cuaca dengan temperatur rendah.
“Di Jerman kami ada di kondisi cuaca dingin dengan 12, kadang 10, bahkan sampai 6 derajat celcius. Di sini kita kembali suhu panas, jadi harus adaptasi lagi,” ujar Bima dilansir laman resmi PSSI.
“Alhamdulillah pemain sudah bisa beraptasi. Walau ada beberapa dari mereka mengalami jet lag, itu biasa. Kami [para] pelatih juga, karena perbedaan waktu lima sampai enam jam. Waktu istirahat juga. [Tapi] Kondisi pemain semua dalam keadaan fit, baik semua.”
Bima menambahkan, cuaca menjadi satu-satunya adaptasi yang dilakukan pemain. Sedangkan untuk program latihan tidak mengalami perubahan. Mereka juga menggelar latihan pada malam hari.
“Kami hanya meneruskan dan melanjutkan program latihan dari Jerman. Materi latihan adalah pemulihan fisik dan adaptasi cuaca di Indonesia, serta beberapa latihan lain seperti set piece, dan game plan,” kata Bima.
“Kami juga akan melakukan latihan di malam hari, karena menyesuaikan laga kami di Piala Dunia nanti yang dimainkan malam hari.”
Indonesia, yang bertindak sebagai tuan rumah di turnamen dua tahunan ini, tergabung di Grup A bersama Ekuador, Maroko, dan Panama. Ekuador akan menjadi lawan pertama Indonesia di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada 10 November. Tim besutan Bima menargetkan lolos dari fase grup.
.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)