LIPUTAN MUHAMMAD RIDWAN DARI KUALA LUMPUR
Timnas Indonesia mengaku tidak puas dengan kinerja wasit Nagvenkar Tejas, yang memimpin pertandingan kontra Kamboja. Ini karena ada sejumlah keputusan yang merugikan pasukan Merah Putih.
Manajer timnas Indonesia Endri Erawan, menuturkan pihaknya sudah membuat surat protes kepada panitia pelaksana dan federasi sepakbola Asia Tenggara (AFF) terkait hal ini. Endri pun berharap mereka bertindak cepat.
Salah satu yang membuat Endri gusar adalah kartu kuning yang diterima Hansamu Yama dan Muhammad Hargianto di partai tersebut. Ia merasa seharusnya kedua pemain itu tidak dikasih hukuman.
SIMAK JUGA: Komentar Evan Dimas & Septian David Maulana Tentang Keributan Pemain
Akibat, menerima kartu kuning, Hansamu dan Hargianto tak dapat membela timnas Indonesia melawan Malaysia pada semi-final di Stadion Shah Alam, Selangor, Sabtu (26/8). Mengingat sebelumnya mereka telah menerima satu kartu kuning.
Selain kedua pemain tersebut sebenarnya ada tiga lagi yang menerima kartu kuning yakni Osvaldo Haay, Marinus Wanewar, dan Andy Setyo Nugroho. Akan tetapi, Endri menuturkan pihaknya dapat menerima.
"Kami komplain dengan keputusan wasit karena ini pertandingan krusial. Kami anggap wasit kurang bijaksana dan fair. Dari lima kartu kuning kami komplain terhadap dua kartu kuning," kata Endri.
"Pertama Hargianto karena seharusnya dia hanya dapat peringatan dan kedua Hansamu, karena dia memposisikan diri sebagai kapten tim dan dia menanyakan kepada wasit kejadian apa yang sebenarnya terjadi, tapi dia malah kena kartu kuning," tambahnya.
SIMAK JUGA: Febri Hariyadi Persembahkan Golnya Buat Masyarakat Tanah Air
Endri sadar bila komplainnya yang dilayangkannya tak akan berpengaruh apapun. Namun, ia mengaku bakal berusaha supaya larangan bermain Hansamu dan Hargianto dapat diapuskan.
"Jelas kami mengerti komplain kami tidak akan mempengaruhi hasil, tapi kami komplain sebagai peserta turnamen. Kami minta dua kartu kuning dapat ditinjau kembali sebelum pertandingan hari Sabtu," tuturnya.
