OLEH DEDE SUGITAIkuti di twitter
Rekor lima kali juara Bundesliga Jerman berturut-turut dicetak Bayern Munich setelah kembali finis teratas di klasemen akhir 2016/17.
Secara total itu adalah gelar liga ke-27 untuk The Bavarians, dan sejatinya prestasi ini tidak mengejutkan apabila menengok superioritas kekuatan skuat Carlo Ancelotti di atas rival-rival. Terlepas dari hegemoni Die Roten, persaingan memperebutkan tiket Liga Champions berlangsung menarik, memunculkan tim-tim kejutan seperti RB Leipzig dan Hoffenheim yang untuk pertama kalinya berhasil menembus kompetisi nomor satu Eropa - mendampingi Bayern dan Borussia Dortmund.
Ada gap lebar antara penghuni empat besar dan klub-klub di bawah mereka. Hal ini pun terefleksi ke dalam Tim Terbaik Bundesliga versi Goal, yang didominasi kontingen Bayern plus beberapa figur kunci dari tim yang finis di zona Liga Champions.
KLASEMEN AKHIR BUNDESLIGA 2016/17
Di sisi lain, Schalke 04 memiliki satu entri dalam Best XI kendati hanya finis di papan tengah, sementara sejumlah nama top seperti topskor Pierre-Emerick Aubameyang plus dua striker tajam Anthony Modeste serta Mario Gomez harus dipinggirkan. Manuel Neuer yang jarang sekali takluk di bawah mistar Bayern juga absen. Persaingan meraih status kiper terbaik termasuk di antara yang paling sengit, dengan para pemain seperti Timo Horn, Bernd Leno, serta Rune Jarstein sama-sama melakoni kampanye impresif.
Lantas, seperti apa tim terbaik pilihan Goal? Simak di bawah ini!
Getty ImagesOLIVER BAUMANN (Hoffenheim): Sang penjaga gawang akhirnya unjuk gigi bersama Hoffenheim. Performa solid eks pemain internasional Jerman U-21 ini berperan instrumental dalam keberhasilan tim besutan Julian Nagelsmann merebut tiket Liga Champions. Baumann menjadi kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak (115) musim ini, membukukan 12 clean sheet dengan rasio penyelamatan mencapai 75,7 persen.
SEAD KOLASINAC (Schalke): Bek kiri Bosnia dan Herzegovina ini tampil eksepsional pada musim terakhirnya dengan Die Konigsblauen hingga mengundang ketertarikan dari Manchester City dan AC Milan, tetapi Arsenal diyakini paling berpeluang menggaetnya. Dari posisinya, Kolasinac berandil dalam penciptaan delapan gol Schalke (tiga gol plus lima assist). Ini melampaui torehan totalnya dalam empat musim terdahulu, saat ia hanya terlibat dalam empat gol.
NIKLAS SULE (Hoffenheim): Sebagaimana Kolasinac, Sule dipastikan berganti kostum musim depan setelah menyepakati transfer menuju Bayern Munich - bersama rekannya di Hoffenheim, Sebastian Rudy. Kepindahan ke klub terbesar Jerman pantas diperoleh Sule seturut penampilan cemerlangnya musim ini. Ia terlibat hampir dalam segala aspek untuk Hoffenheim, membuat 46 tekel sukses di pertahanan, dan menyumbangkan dua gol serta dua assist di lini serang.
MATS HUMMELS (Bayern Munich): Ditarik dari Borussia Dortmund, Hummels beradaptasi mulus ke dalam lini belakang tim Carlo Ancelotti di Allianz Arena. Ia memberikan ketenangan di jantung pertahanan, terutama di tengah absensi Jerome Boateng, yang melewatkan banyak laga akibat cedera. Selain memenangi 70,9 persen duel yang dilakoninya, didikan asli akademi Bayern ini mencetak satu gol dan termasuk dalam enam besar pengumpan terbanyak di Bundesliga musim ini (2.075).

PHILIPP LAHM (Bayern Munich): Tetap konsisten menyuguhkan performa impresif pada musim pamungkasnya, membantu Bayern menggondol titel liga sekali lagi, memastikannya gantung sepatu dengan koleksi delapan gelar Bundesliga. Kehebatan Lahm menjelajahi lapangan terlihat jelas lewat rasio 86,2 persen umpan yang dibuatnya di area lawan. Pemain multifungsi 33 tahun ini akan sangat sulit dicari gantinya setelah ia tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan mendekati masa pensiunnya.
NABY KEITA (RB Leipzig): Bergabung ke Leipzig dari sister club RB Salzburg, Keita langsung bersinar terang di Bundesliga melalui aksi primanya di sisi kanan lini tengah sebelum mematenkan posisi sebagai gelandang sentral. Mengidolakan Deco dan Yaya Toure, pemain Guinea ini sajikan performa yang sudah pantas disandingkan dengan dua panutannya tersebut guna membantu Leipzig melesat dari Bundesliga 2 ke Liga Champions hanya dalam kurun dua musim. Delapan gol miliknya adalah catatan terbaik musim ini untuk posisi gelandang sentral.
THIAGO ALCANTARA (Bayern Munich): Sebagai rekrutan Pep Guardiola pada 2013, agak mengherankan Thiago baru sanggup menunjukkan penampilan terbaiknya untuk Bayern sepeninggal sang pelatih ke Manchester City. Di bawah Carlo Ancelotti musim ini Thiago menikmati kebebasan untuk mendikte permainan dari lini tengah. Eks Barcelona ini melakoni kampanye terproduktifnya dengan melesakkan enam gol - lebih banyak dari torehan dalam tiga musim sebelumnya - dan ia juga mengontribusikan lima buah assist.
EMIL FORSBERG (RB Leipzig): "How may I assist you today?" Cuitan nyeleneh dari akun resmi Bundesliga pada pertengahan musim menyertai foto Forsberg terasa sangat pas mewakili kehebatan sang bintang Swedia. Saat itu ia memuncaki daftar assist terbanyak di lima liga top Eropa dan tidak pernah tergeser sampai akhir musim, melepas total 19 umpan yang dikonversi Timo Werner cs. menjadi gol. Tak hanya itu, Forsberg juga delapan kali membobol gawang lawan untuk mengantar Leipzig lolos ke Liga Champions.

OUSMANE DEMBELE (Borussia Dortmund): Borussia Dortmund memang gagal menjadi penantang serius Bayern, tetapi pada paruh kedua musim mereka menunjukkan banyak hal positif dan kembali finis di zona Liga Champions. Keberadaan deretan talenta belia istimewa dalam skuat pantas menggembirakan BVB, salah satunya adalah Dembele yang menjadi sensasi usai datang dari Ligue 1 Prancis. 12 assist Dembele hanya kalah dari Forsberg dan ia sendiri enam kali mencatatkan namanya di papan skor.
ARJEN ROBBEN (Bayern Munich): Pengejawantahan konsistensi untuk Bayern Munich, Robben sekali lagi berhasil mengemas dobel digit gol, kali keenam dalam musim terakhir ia menembus milestone tersebut. Secara total sayap Belanda ini terlibat dalam kreasi 22 gol (13 gol plus sembilan assist) dan terus membuktikan statusnya sebagai salah satu pemain kunci Bayern meski telah menginjak 33 tahun musim ini. Ia belum kehilangan sentuhan untuk menciptakan gol trademark-nya: memotong ke dalam dan melepas tembakan melengkung - gerakan yang membikin lawan-lawan ketakutan.
ROBERT LEWANDOWSKI (Bayern Munich): Menembus milestone 100 gol untuk Bayern Munich di semua kompetisi dalam perjalanan musim ini, Lewandowski kian menegaskan reputasinya sebagai salah satu bomber termaut Eropa. Walau gagal mempertahankan trofi Torjagerkanone, keterlibatannya dalam 35 gol (30 gol dan lima assist) adalah statistik terbaik di Bundesliga musim ini, bahkan lebih unggul dari yang dibukukan tiga klub sepanjang musim: Darmstadt (28), Hamburg (33), dan Wolfsburg (34).
GoalApakah Anda setuju dengan seleksi kami secara keseluruhan? Sampaikan pendapat Anda dalam kolom komentar di bawah!
