Persib Bandung tidak tinggal diam menunggu kabar kejelasan kompetisi. Sejak meliburkan tim dari latihan bersama beberapa bulan lalu, tim pelatih meminta pemain untuk menjalani program latihan mandiri.
Jajaran pelatih Persib secara mendetail memberikan program kepada pemain supaya kondisi mereka tetap terjaga. Maklum, tim sudah susah payah mengembalikan kondisi pada saat latihan dimulai sejak Agustus lalu.
Sayang, kompetisi yang rencananya dimulai kembali pada Oktober gagal terlaksana, hingga kabar terbaru bahwa PSSI merencanakan sepakbola kembali bisa digelar pada Februari tahun depan, meski belum ada kepastian.
Tim pelatih Persib memantau pemain secara penuh dengan bantuan data supaya benar-benar tahu bagaimana kondisi pemain ketika menjalani latihan di rumah saja. Hal ini disampaikan oleh pelatih fisik, Yaya Sunarya.
"Pemain tetap berada dalam aktivitas dengan materi latihan yang sudah ditentukan. Mereka juga terpantau mengenai materi dan aktivitas latihan yang dijalani, karena mereka memakai smartwatch untuk mengukur dan menetapkan intensitas latihannya," ujar Yaya.
"Kami bisa melihat laporan yang diberikan pemain selain dari video juga dari data yang ada di smartwatch mereka, seperti jarak, waktu latihan dan denyut nadi latihan," sambung sosok yang sudah berada di Persib sejak 2013 tersebut.
Persib BandungPemain sendiri tidak mengalami kendala dalam menjalani instruksi latihan yang diberikan secara grup untuk semua, atau mendetail untuk individu. Kurang lebih sudah empat pekan pemain intens menjalani latihan secara mandiri.
"Sejauh ini, para pemain masih tetap aktif melaksanakan program dan aktivitas lainnya yang bisa menjaga kebugaran mereka. Dari program yang diberikan, kami sudah masuk minggu keempat dengan menu anaerobik. Semua terlihat berjalan baik," jelas Yaya.
Alvin Wiharja sebagai dokter olahraga, dan fisioterapis Benidektus Adi Prianto turut membantu memberikan program untuk dijalani pemain. Tujuannya jelas berbeda, namun yang pasti untuk tetap menjaga bentuk dan kondisi pemain.
""Sementara aktivitas lainnya dari dokter Alvin dan fisioterapis lebih kepada motorik gerak dengan strength, adaptasi anatomis, yang meliputi keseimbangan gerak, dan plyometrics," tutup Yaya.


