Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, berang dengan tindakan rasial yang diterima Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka. Ia sama sekali tidak habis pikir karena ketiga pemain tersebut sudah berjuang keras.
Inggris gagal menjadi juara Euro 2020, usai dikalahkan Italia pada laga final di Stadion Wembley, Senin (12/7) dini hari WIB. Pasukan Gareth Southgate tersebut takluk lewat adu penalti dengan skor 3-2, setelah dalam waktu normal dan tambahan keududukan berakhir 1-1.
Rashford, Sancho, dan Saka, dinilai biang keladi kegagalan Inggris juara Euro 2020. Sepakan penalti ketiga pemain tersebut tidak ada yang mampu menembus gawang Italia.
Akibatnya, media sosial Rashford, Sancho, dan Saka, dibanjiri kritik bernada rasial. Pendukung Inggris, mengungkapkan kekecewaannya kepada ketiga pemain tersebut.
"Tim Inggris ini pantas dipuji sebagai pahlawan, bukan dilecehkan secara rasial di media sosial," tulis Johnson, dalam akun Twitter miliknya.
"Mereka yang bertanggung jawab atas pelecehan yang mengerikan ini seharusnya malu pada diri mereka sendiri," lanjut tulisan Johnson.
Senada dengan Johnson, Pangeran William yang merupakan presiden federasi sepakbola Inggris (FA). Menurutnya, kejadian yang menimpa Rashford, Sancho, dan Saka, harus diusut tuntas.
"Sama sekali tidak dapat diterima bahwa para pemain harus menanggung perilaku menjijikkan ini."
"Itu harus dihentikan sekarang dan semua yang terlibat harus bertanggung jawab."
