Mantan penyerang dan manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer mengakui dirinya pernah menjadi fan Liverpool ketika The Reds mendapatkan kejayaan di era 80-an.
Solskjaer sebelumnya sempat membantah rumor bila dirinya pernah menjadi fan Liverpool dalam wawancara dengan FourFourTwo pada 2016. Saat itu Solskjaer menegaskan dirinya selalu menjadi fan United.
Tujuh tahun berselang, Solskjaer akhirnya mengakui bila ia pernah menjadi fan Liverpool ketika masih kanak-kanak. Hal itu tak lepas dari torehan yang diperoleh Liverpool di era 80-an.
Sepanjang era tersebut, Liverpool memang merajai persepakbolaan Inggris, dan sukses menjadi juara sebanyak enam kali. Liverpool merengkuh trofi Piala FA sebanyak dua kali, dan empat Piala Liga. Mereka juga tampil menjadi kampiun Liga Champions sebanyak dua kali.
Keberadaan sejumlah pemain papan atas di kompetisi Inggris juga membuat Liverpool begitu berjaya, seperti Bruce Grobbelaar, Kenny Dalglish, Ian Rush, Ray Houghton, dan John Barnes.
“Saya terpengaruh lingkungan. Ketika mengikuti sepakbola, kami di Norwegia selalu menyaksikan pertandingan di tiap Sabtu. Tentu saja Liverpool merupakan tim yang lebih baik di era 80-an,” ungkap Solskjaer dalam wawancaranya di podcast Kings of Europe James Richardson dikutip laman Manchester Evening News.
“Mereka mempunyai Kenny Dalglish, Ian Rush, dan lainnya. Jadi saya mengikuti Liverpool. Saya adalah salah satu suporter yang mengikuti, karena mereka memenangkan segalanya. Memang cukup sulit untuk mengatakan ini sebagai pemain Man United, tetapi mereka adalah tim yang lebih baik di tahun 80-an.”
Solskjaer menghabiskan 11 tahun di Old Trafford sebagai pemain, dan tampil lebih dari 350 pertandingan. Solskjaer pun menyandang status legendaris, menyusul karirnya di periode itu. Bersama United, Solskjaer memenangkan enam gelar Liga Primer, dua Piala FA, dan satu Liga Champions.
Pria berusia 49 tahun itu memulai perjalanannya menjadi pelatih bersama United setelah pensiun sebagai pemain. Solskjaer kembali ke Manchester pada Desember 2018 untuk menjadi manajer hingga dipecat musim lalu.




