มาโน โพลกิ้งFAT

Tiga Laga Timnas Indonesia Dianalisa Pelatih Thailand

Pelatih Thailand Alexandre Polking memilih mengajak anak asuhnya menganalisa permainan timnas Indonesia, calon lawan yang akan dihadapi dalam dua pertandingan final Piala AFF 2020 di Stadion National pada 29 Desember 2021 dan 1 Januari 2022.

Polking mengatakan, ia tidak mempunyai banyak waktu untuk latihan taktikal, karena mereka fokus mengembalikan kebugaran pemain. Apalagi masa recovery penggawa Thailand satu hari lebih sedikit dibandingkan Indonesia.

Pelatih berusia 45 tahun itu memilih menganalisa permainan Indonesia dari tiga pertandingan yang dilakoni skuad Garuda. Selain dua laga melawan Singapura, Polking sebelumnya telah menyaksikan pertandingan antara Indonesia kontra Vietnam di penyisihan Grup B.

“Kami tidak punya banyak waktu untuk menjalani latihan. Kami harus fokus untuk menganalisa permainan dan gaya bermain mereka,” ungkap pelatih yang akrab disapa Mano itu dilansir akun Facebook resmi federasi sepakbola Thailand (FAT).

“Kami sudah meliha tiga pertandingan mereka. Saya sudah punya cara untuk mengatasinya. Mereka merupakan tim muda yang bertenaga, pekerja keras, dan berbahaya. Semua bergantung kepada bagaimana cara kami mengatasi itu.”

Thailand dipastikan tidak diperkuat salah satu penjaga gawangnya, Chatchai Budprom, yang mendapatkan cedera dalam pertandingan leg kedua semi-final melawan Vietnam. Chatchai terpaksa ditarik keluar pada menit ke-33, dan posisinya digantikan Siwarak Tedsungnoen.

Chatchai dinyatakan mendapat cedera hamstring sangat parah setelah menjalani pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI). Akibatnya, kiper berusia 34 tahun ini harus menepi selama enam hingga delapan bulan.

Meski mengakui kehilangan Chatchai merupakan sebuah kerugian, Mano tidak terlalu khawatir. Selain Siwarak, Thailand masih mempunyai Kawin Thamsatchanan. Mano terlebih dulu melihat perkembangan dua penjaga gawang itu sebelum memutuskan starting eleven tim.

“Ini tentu saja menjadi kabar menyedihkan bagi tim dan fans Thailand, karena Chatchai telah melakukan tugasnya dengan baik sepanjang turnamen. Dia sebetulnya diharapkan main di final,” ucap Mano.

“Tapi kami masih punya dua kiper yang sangat bagus. Kawin sudah bergabung dengan tim setelah sempat menjenguk ayahnya yang sedang sakit. Siwarak bermain bagus saat menggantikan Chatchai. Kami masih punya waktu untuk melihat semua kemungkinan, tapi yang pasti kami punya dia kiper bagus.”

Thailand lolos ke final setelah mengempaskan Vietnam, dan Indonesia menyingkirkan tuan rumah Singapura. Thailand bertekad membawa pulang trofi Piala AFF yang sempat dicuri Vietnam tiga tahun lalu.

Iklan
0