Tiemoue Bakayoko yakin dapat membungkam peragu di AC Milan setelah kesulitan menampilkan performa terbaik menyusul kepindahannya sebagai pinjaman dari Chelsea.
Gelandang internasional Prancis ini pindah ke Stamford Bridge seharga £40 juta di musim panas 2017, namun gagal meyakinkan publik di musim perdananya di Inggris.
Ia kemudian menjadi bagian surplus pemain di skuat Maurizio Sarri, yang melepas Bakayoko pindah ke San Siro sebagai pinjaman dengan opsi pembelian permanen.
Tapi Milan tampaknya tidak akan memilih opsi tersebut, setelah sang pemain kesulitan mendapat menit bermain di Serie A, kendati demikian ia yakin pada kemampuannya untuk membalikkan situasi.
“Saya tidak suka disoraki, tapi saya memahami ini. Saya harap mereka menghormati saya segera,” kata Bakayoko kepada Sky Sport Italia.
“Saya telah melakukan hal bagus tapi saya baru di awal. Saya harap menjadi penentu dan membantu Milan kembali ke empat besar di Serie A.
“Franck Kessie? Ia banyak membantu saya dalam penyesuaian, terutama dengan bahasa. Semoga saya segera bisa berbicara bahasa Italia.”
Perubahan sistem di Milan pun tidak memberikan impak besar pada Bakayoko, tapi pemain 24 tahun ini mengklaim ia dapat mengubah permainan demi memenuhi tuntutan pelatih Gennaro Gattuso.
“Saya lebih suka formasi 4-4-2, namun dengan formasi 4-3-3 saya lihat saya bermain bagus di laga terakhir,” imbuhnya.
“Posisi saya telah berubah, tapi saya percaya saya telah melakukannya dengan baik. Saya bisa lebih membantu tim. Saya kecewa dengan hasil lawan Juventus, tapi inilah sepakbola. Saya senang dengan permainan saya.”




