Kylian Mbappe mengaku memanggil rekan setimnya di Paris Saint-Germain, Neymar, dengan sebutan "gelandangan" di pertandingan Ligue 1 Prancis lawan Montpellier.
Mbappe tertangkap kamera mempertanyakan mengapa Neymar tidak mengoper bola ke arahnya ketika PSG menang 2-0 atas Montpellier pada 26 September. Sebagai ekspresi rasa frustrasi, pemenang Piala Dunia itu tidak bisa mengendalikan emosinya dengan sebutan tersebut.
PSG kini dihuni banyak pemain bintang, termasuk di lini depan. Muncul spekulasi terkait keretakan di antara sejumlah pemain. Namun, Mbappe menegaskan tidak ada perpecahan di Paris.
Meski begitu, pemain berusia 22 tahun itu mengakui emosi bisa meluap sewaktu-waktu dan bahkan teman terdekat pun bisa bertukar ketidaknyaman di saat yang panas.
Mbappe sekali lagi menegaskan bahwa insiden dirinya dengan Neymar telah tersapu di bawah karpet dan tidak ada dendam di antara mereka.
Ditanya L’Equipe apakah dia mengucapkan kata-kata itu, Mbappe menjawab: "Ya, ya, saya mengatakan itu. Sekarang hal-hal bisa terjadi sepanjang waktu dalam sepakbola. Itu tidak perlu menjadi sesuatu yang membekas berlama-lama."
"Itulah sebabnya, tepat setelah kejadian itu, mengingat bagaimana itu meledak, saya berbicara dengan dia tentang hal itu. Kami sudah memiliki beberapa pertukaran seperti itu di masa lalu dan itu akan berlanjut, karena kami ingin menang, tapi tidak boleh ada kebencian tertentu."
"Tidak ada sama sekali di sini karena saya menghormati pemain dan orang itu, dan saya mengagumi siapa dia. Tapi itu saja, saya tidak senang dengan umpan. Suatu hari terjadi pada saya juga, saya tidak memberi umpan, dan dia tidak senang. Tapi, tidak ada masalah."
Di pertandingan terakhir di Ligue 1, PSG menelan kekalahan pertama ketika Rennes unggul 2-0 di kandang sendiri.


