Komposisi skuad PSS Sleman dalam lanjutan Liga 1 musim ini dipastikan tidak berubah. Seluruh pemain Super Elang Jawa, sepakat dengan kontrak yang disodorkan manajemen.
Guilherme de Castro atau Batata, jadi pemain terakhir yang sepakat dengan kontrak yang diberikan. Keputusan bertahan pesepakbola asal Brasil tersebut menuai sambutan positif.
"Puji Tuhan, target 100 persen untuk mempertahankan pelatih, pemain dan ofisial tercapai," kata direktur utama PT Putra Sleman Sembada (PSS), Marco Gracia Paulo.
"Salut kepada Batata yang akhirnya membuka hati untuk mau sama-sama ikut dalam usaha bersama memajukan PSS," Marco menambahkan.
Sementara manajer PSS Danilo Fernando, menjelaskan negosiasi dengan pemain berjalan lancar. Bagus Nirwanto dan kawan-kawan memahami situasi yang sedang dialami timnya.
"Saat bernegosiasi dengan pemain lokal, bisa dibilang setengah hari saja selesai. Pemain mendapat penawaran yang di luar perkiraan mereka, sambil mendengarkan penjelasan terbuka dari manajemen," ucap Danilo.
"Negosiasi dengan Batata memang lebih lama. Namun semuanya berakhir baik, dan kita berterima kasih kepada Batata yang berkorban untuk tim, seperti halnya pemain lain," Danilo menambahkan.

Protokol kesehatan ketat diterapkan untuk skuad PSS. Langkah tersebut untuk mencegah ada yang terinfeksi virus corona yang penyebarannya belum berhenti di Tanah Air.
"Memang perlu waktu beradaptasi dengan berbagai aturan kesehatan. Namun sebagai pemain profesional, mereka dengan cepat bisa menjalankan protokol kesehatan itu. Sangat terasa perubahan yang ada di mess pemain," tutur dokter tim PSS, Elwizan Aminuddin.
"Alhamdulillah, para pemain mampu menerapkan dan menjalankan protokol kesehatan selama tiga hari ini karena kebiasaan sebelumnya tanpa protokol kesehatan dan sekarang mampu menjalankan," Elwizan menambahkan.
Dijadwalkan Liga 1 dimulai pada 1 Oktober mendatang. Semua pertandingan dilangsungkan tanpa kehadiran penonton, untuk mencegah ada yang terinfeksi virus corona karena penyebarannya masih belum berhenti.
Seluruh laga lanjutan Liga 1 digelar di Pulau Jawa. Bagi klub yang berasal dari luar Pulau Jawa, PT Liga Indonesia Baru (LIB), menyiapkan Stadion Maguwoharjo, Sleman, dan Stadion Sultan Agung, Bantul.
